Rabu, 19 Oktober 2016

Dampak Manjain Anak

๐Ÿ‘„☘๐ŸŽญ *MEMANJAKAN ANAK BUKAN TANDA SAYANG*
Copas. ...
✍๐Ÿป *Ustadz Abdullah Zein Lc MA* _hafidzohulloh_

*Memanjakan Anak Bukan Tanda Sayang*

Setiap orang tua menyayangi anaknya melebihi apapun di dunia ini.

Saking besarnya kasih sayang mereka terhadap anaknya, seringkali mereka terjerumus thdp perilaku memanjakan anak.

Memanjakan anak adalah suatu sikap orang tua yg selalu mengalah kpd anaknya, membatalkan perintah, petunjuk atau penolakan, hanya karena anak menjerit, menentang dan membantah.

Orang masih beranggapan bhw anak- anak yang dimanjakan, ialah anak-anak orang kaya atau anak seorang konglomerat saja, anggapan ini tdk benar. Memanjakan anak tdk bergantung pada kaya atau miskinnya suatu keluarga, tetapi lebih dipengaruhi oleh sedikit banyaknya pengetahuan orang tua akan ilmu mendidik anak.

Ketidaktahuan pola mendidik anak membuat mereka salah kaprah.

Niat hati sayang pd anaknya, justru membuat anak itu celaka, tidak berdaya dan kehilangan masa depan mereka.

Memanjakan anak banyak potretnya. Antara lain:

☑Pertama: *memproteksi anak dengan seribu satu macam perlindungan.*

Hal ini bisa dilakukan dg cara berusaha menyingkirkan segala kesulitan baginya. Misalnya memperlakukan anak spt seorang raja, selalu membela anaknya ketika bertengkar dengan temannya meskipun anaknya yg salah.

☑Kedua: *memenuhi segala keinginan si anak. Apa saja yang menjadi kehendak dan keinginan anak, biarpun akan merugi atau mengganggu kesehatan dan pertumbuhannya dituruti saja.*

Tidak bisa berkata tidak kepada anak, selalu mengalah pd anak, takut pada anak, shg menjadikan kita sebagai orang tua tdk mempunyai wibawa lagi.

☑Ketiga: *membiarkan dan membolehkan si anak berbuat sekehendak hatinya.*

Ini menjadikan dia jauh dari ketertiban, kepatuhan, peraturan dan kebiasaan baik lainnya. Biasanya orangtua segan untuk mendidik anak agar segera membereskan tempat tidurnya dan merapihkan mainan ketika sudah selesai main.

Hal tersebut dlm jangka pendek seakan tak ada masalah, namun dalam jangka panjang akan mempunyai dampak yang sangat signifikan.

 Di antaranya:

๐Ÿ˜Pertama: *Anak akan mempunyai sifat mementingkan dirinya sendiri.*

Anak yg dimanja merasa bhw orang lain selalu menolongnya, selalu memandang dirinya lebih penting daripada yg lain. Akibatnya, setelah anak menjadi besar, akan mjd orang yg selalu ingin dipandang, ingin ditolong, merasa kepentingannya sendiri lebih penting dr pada kepentingan orang lain, ia selalu ingin dipuji, ingin menang sendiri. Sehingga akhirnya dpt mjd orang yg congkak dan tamak; perasaan sosialnya kurang.

๐Ÿ˜ฃKedua: *Kurang mempunyai rasa tanggung jawab.*

Anak yg dimanjakan selalu mendpt pertolongan, segala kehendaknya dituruti, tidak boleh dan tdk pernah menderita susah dan kesukaran. Hal ini akan menjadikannya selalu minta pertolongan dan mengharapkan belas kasihan orang lain. Ia tdk sanggup berikhtiar dan inisiatif sendiri. Meskipun ia telah berkeluarga masih selalu mengharapkan bantuan orang tuanya baik secara moril maupun materil.

๐Ÿ˜’Ketiga: *Mengakibatkan anak menjadi tidak percaya diri.*

Kebiasaan menerima pertolongan dan selalu mendapat bantuan akibatnya anak itu menjadi orang yg selalu tdk dpt mengerjakan atau memecahkan suatu masalah dalam kehidupannya ia merasa bodoh, tdk sanggup, merasa harga diri kurang dan meyebabkan anak itu lekas putus asa dan keras kepala.

Mudah2an, kita sebagai orang tua bisa mendidik anak-anak kita dg pendidikan yg tepat dan memandu mereka menjadi generasi2 yg hebat di masa yg akan datang.

____________________________

๐Ÿ“Ustadz Abdullah Zaen, MA _hafidzohulloh_

๐ŸกTunas Ilmu..


๐ŸŒSumber : SalamDakwahCom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar