Jumat, 22 Mei 2020

KISAH SEPOTONG ROTI

Kisah sepotong roti..

Dahulu..
ada seorang lelaki yang beribadah selama 60 tahun lamanya..
lalu ia terfitnah oleh seorang wanita..
dan berzina dengannya selama enam hari..
lalu ia sadar dan bertaubat..
ia pun pergi meninggalkan tempat ibadahnya..
lalu ia singgah di sebuah masjid..
dan tinggal di sana selama tiga hari tak ada makanan..
suatu ketika, ada orang yang memberinya roti..
ketika ia hendak memakannya..
ia melihat dua orang yang amat membutuhkan..
ia pun memotong roti..
dan memberikannya kepada keduanya..
sementara ia tak makan..
maka Allah memerintahkan malaikat untuk menimbang..
antara amalannya selama 60 tahun dan zinanya selama 6 hari..
ternyata lebih berat zina selama 6 hari..
lalu Allah memerintahkan menimbang zinanya 6 hari dengan dua potong roti..
ternyata lebih berat dua potong roti
diriwayatkan oleh Nadlr bin Syumail dari perkataan ibnu Mas'ud..
dan ibnu Abu Nuaim meriwayatkan juga kisah yang sama dari Abu Musa Al Asy'ari dengan sanad yang shahih..

lihatlah..
ibadah 60 puluh tahun dikalahkan oleh zina 6 hari..
tidakkah menjadi takut hati kita untuk berbuat maksiat..

lihat juga..
ternyata berinfak di saat kita butuh..
melebihi ibadah selama 60 tahun..
namun..
itu tak mudah..
karena jiwa amat mencintai harta..
kecuali orang yang Allah berikan kekuatan padanya..

Rabu, 13 Mei 2020

sedekah untuk saudara

*MANA YANG LEBIH UTAMA:*
_"Sedekah Kepada Orang Miskin atau Pada Karib Kerabat?"_

*Karib Kerabat* adalah semua orang yang mempunyai hubungan darah dengan kita mulai dari Ibu, Bapak, Saudara Kandung, Paman, Bibi, Keponakan, Saudara Sepupu, dan Cucu .

Pertanyaan di atas mungkin dirasa sepele, namun kenyataannya, *banyak orang muslim yang belum tau* dan lebih *memilih untuk bersedekah kepada fakir miskin daripada bersedekah kepada keluarga atau kerabatnya sendiri*.

Padahal, setiap perintah sedekah dan infak di dalam kitab suci Al-Qur’an, *selalu yang pertama kali disebutkan adalah karib kerabat*.

*Seperti yang termaktub dalam ayat berikut ini*:

*وءاتى المال على حبه ذوى القربى*

*“…dan memberikan harta yang ia cintai kepada karib-kerabat…..”*
(QS. Al Baqarah 177)

*وءات ذى القربى حقه والمسكين*

*“...Dan berikanlah kepada karib-kerabat akan haknya dan orang miskin….”* 
(QS. Al-Isra 26)

Dan banyak lagi ayat lain yang senada dengan itu.

Jika dicermati, ada satu pesan yang sangat penting untuk kita amalkan, yaitu mendahulukan karib kerabat atau orang terdekat untuk menerima infak, sedekah, atau apapun bentuk kebaikan sebelum kita memberi kepada orang lain, kita harus perhatikan *_apakah ada di antara orang terdekat kita yang masih membutuhkan atau semua sudah makmur dan tidak perlu disantuni lagi?_*

Sangat disayangkan apabila seseorang memiliki kekayaan yang membuat ia mampu menyantuni orang lain dan sangat peduli dengan masalah sosial di lingkungannya, sehingga ia mudah memberi kepada fakir miskin, anak yatim, dan berbagai bentuk amal sosial lainnya. 
_Namun sayang beribu sayang ia sangat cuek dan pelit kepada karib kerabatnya sendiri_.

*Barangkali ia merasa pemberian kepada keluarga terdekat tidak mendapatkan pahala*.

*Padahal justru itulah yang lebih besar pahalanya di sisi Alloh*.
Oleh karena itu pemahaman yang salah ini *perlu diluruskan*.

*Sekedar contoh*: 
Tidakkah memilukan, bila seseorang tinggal di rumah yang besar bagaikan istana, sementara saudara kandungnya tinggal di rumah RSSS? (rumah sangat sederhana sekali). 

Tidakkah kita mengangkat alis bila seseorang mempunyai kekayaan besar, turun dari satu mobil mewah dengan dibukakan pintu oleh para ajudan, berpindah dari satu gedung mewah ke gedung mewah berikutnya, namun saudara kandungnya menjadi kuli yang siap diperintah-perintah dengan suara tinggi sambil diacungi telunjuk kiri dan wajahnya penuh ketakutan dengan kepala tertunduk serta badan yang membungkuk?

*Ingatlah*.. 
Rasululloh SAW bersabda:

*...يا أمة محمد، والذي بعثني بالحق لا يقبل الله صدقة من رجل وله قرابة محتاجون إلى صلته ويصرفها إلى غيرهم. والذي نفسي بيده، لا ينظر الله إليه يوم القيامة*

_“…Wahai ummat Muhammad, demi Alloh yang telah mengutusku dengan kebenaran, *Alloh tidak akan menerima sedekah seseorang yang mempunyai kerabat yang membutuhkan bantuannya, sementara ia memberikan sedekah atau bantuan itu kepada orang lain*. Dan demi Alloh yang jiwaku berada dalam genggamannya, Alloh tidak akan memandangnya di hari kiamat nanti”_. 
(HR. Thabrani)

Rasululloh SAW juga pernah bersabda:

*الصدقة على المسكين صدقة، وعلى القريب صدقتان، صدقة وصلة*

*_“Sedekah kepada orang miskin dinilai SATU sedekah, sedangkan kepada karib kerabat nilainya sama dengan DUA, yakni nilai sedekah dan nilai silaturrahim”_*

✍️ *Pesan penting yang sangat jelas di sini*:
_“Jika anda diizinkan oleh Alloh SWT menjadi orang yang berada, maka jadikanlah orang terdekat anda juga merasakan keberkahan yang dilebihkan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kepada anda. Jangan sampai masyarakat memuji kedermawanan anda, sementara saudara dekat dan karib kerabat anda sendiri dalam keadaan kekurangan”_. 

*Na'udzubillahi mindzalik..*

*Wallohu A’lam bishawab*

Selasa, 12 Mei 2020

Tentang ZAKAT FITRAH

🔍 *ZAKAT FITRAH*

📌 NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK DIRI SENDIRI

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺍَﻥْ ﺍُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻰْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

~NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN NAFSII 
   FARDLOL LILLAAHI TA'AALAA 

📍 Artinya :
      Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah pada diri saya sendiri, 
      fardhu karena Allah Ta'ala

📌 NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK ISTRI

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

~NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN ZAUJATII 
   FARDHOL LILLAATI TA'AALAA 

📍 Artinya :
      Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya fardhu 
      karena Allah Ta'ala

📌 NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK ANAK LAKI LAKI

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

~NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN WALADII 
   (Sebutkan Nama Anaknya) FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA 

📍 Artinya :
      Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya 
      (sebut namanya) Fardhu karena Allah Ta’ala

📌 NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK ANAK PEREMPUAN

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

~NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN BINTII 
   (Sebutkan Nama Anaknya) FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA 

📍 Artinya :
      Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak perempuan saya 
      (sebut namanya), fardhu karena Allah Ta’ala

📌 NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK DIRI SENDIRI DAN KELUARGA

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻨِّﻰْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُﻨِﻰْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

~NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'ANNII WA'AN JAMII'I MAA 
   YALZAMUNII NAFAQOOTUHUM SYAR'AN FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA 

📍 Artinya :
      Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian 
      yang saya diwajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari’at, 
      fardhu karena Allah Ta’aala.

📌 NIAT ZAKAT FITRA UNTUK ORANG YANG DIWAKILKAN

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ..…) ) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

~NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN 
   (Sebutkan nama orangnya) FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA 

📍 Artinya :
      Niat saya mengeluarkan zakat fitrah atas…. (sebut nama orangnya), 
      Fardhu karena Allah Ta’ala

📌 BACAAN DOA KETIKA MENERIMA ZAKAT

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

~AAJAROKALLAAHU FIIMAA A'THOITA WABAAROKA FIIMAA ABQOITA 
   WAJA'ALAHU LAKA THOHUURON 

📍 Artinya :
      Semoga Allah memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau 
      berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberkahimu dalam harta-harta 
      yang masih engkau sisakan dan 
      semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu

🕘 " WAKTU MENGELUARKAN ZAKAT "
       Waktu pelaksanaan mengeluarkan zakat fitrah terbagi
        menjadi 5 kelompok :

🕘 1. Waktu wajib.

      Yaitu, ketika menemui bulan Ramadhan dan menemui sebagian 
       awalnya bulan Syawwal. 
      Oleh sebab itu orang yang meninggal setelah maghribnya 
      malam 1 Syawwal, wajib dizakati. 
      Sedangkan bayi yang lahir setelah maghribnya 
      malam 1 Syawwal tidak wajib dizakati.

🕘 2. Waktu jawaz.

       Yaitu, sejak awalnya bulan Ramadhan sampai memasuki waktu wajib.

🕘 3. Waktu Fadhilah.

       Yaitu, setelah terbit fajar dan sebelum sholat hari raya.

🕘 4. Waktu makruh.

      Yaitu, setelah sholat hari raya sampai menjelang tenggelamnya 
      matahari pada tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur 
      seperti menanti kerabat atau orang yang lebih membutuhkan, 
      maka hukumnya tidak makruh.

🕘 5. Waktu haram.

      Yaitu, setelah tenggelamnya matahari tanggal 1 Syawwal 
      kecuali jika ada udzur seperti hartanya tidak ada ditempat tersebut 
      atau menunggu orang yang berhak menerima zakat, 
      maka hukumnya tidak haram.

👉 Sedangkan dari zakat yang dikeluarkan setelah 
      tanggal 1 Syawwal adalah qodho’.

📄 Adapun cara dalam melakukan melakukan zakat fitrah adalah 
      bisa dengan membayar sebesar satu sha' (1 sha'=4 mud, 1 mud=675 gr). 
      Perhitungan tersebut jika di implementasikan dalam bentuk yang lebih 
      general lagi kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok 
      (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi 
      di daerah bersangkutan (Mazhab syafi'i dan Maliki).

👉 Sebagai contoh jika di Indonesia sebagian besar penduduknya 
      mengkonsumsi beras maka zakat bisa dibayarkan dalam bentuk beras. 

👤 8 GOLONGAN YANG DAPAT MENERIMA  ZAKAT

👤 1.FAQIR : 

     Yaitu yang tidak punya harta tidak punya pekerjaan, atau 
     punya pekerjaan atau harta akan tetapi tidak mencukupi dari kebutuhannya
     sekiranya dia cuma mencukupi KURANG dari setengah kebutuhannya.
     Contoh sebulan dia butuh 500ribu akan 
     tetapi penghasilannya kurang dari 250ribu.

👤 2.MISKIN: 

      Orang yang punya harta/pekerjaan lebih dari kebutuhan hidupnya 
      akan tetapi masih kurang dari kebutuhannya.
      sekiranya dia cuma mencukupi LEBIH dari setengah kebutuhannya.
      Contoh: sebulan dia butuh 500ribu dan pengasilanya lebih dari 
      setenggahny(500) penghasilan perbulan cuma 400ribu.

👤 3.AMIL :

      Sesoarang yang di tunjuk oleh pemerintah untuk mengambil zakat 
      dan membagikannya, maka mereka boleh menerima zakat walupun 
      mereka termasuk orang kaya, dan ini jika mereka TIDAK DIBAYAR 
      oleh pemerintah, kalau mereka di bayar maka tidak boleh menerima zakat.
      dan hanya di beri upah yang wajar untuk pekerjaannya.

👤 4.MUALLAF QULUBUHUM(ORANG2 YANG LEMAH IMANNYA) : 

      Yaitu mereka yang baru masuk islam/pemimpin yang diharapkan 
      ketika dia di kasih zakat maka pengikutnya akan ikut memeluk islam.

👤 5.MUKATAB : 

      Budak yang punya perjanjian secara tertulis dengan tuannya untuk merdeka.

👤 6.GHORIM (ORANG YANG BERHUTANG) : 

      Orang yang berhutang bukan untuk maksiat.

👤 7.ALGHUZZA (FI SABIlILLAH): 

      Orang yang berperang dan berjihad dan tidak mendapatkan bayaran 
      maka mereka boleh di beri zakat walupun mereka kaya.

👤 8.IBN SABIL: 

      Musafir yang kehabisan bekal nafakah untuk sampai ke tempat tujuannya,
      maka boleh di berikan zakat.
      walaupun mereka termasuk orang yang kaya di kampungnya.

💰 MENUNAIKAN ZAKAT FITRAH MENGGUNAKAN UANG

📄 Ada khilafiyah di kalangan fuqaha dalam masalah 
      penunaian zakat fitrah dengan uang.

👉 Pertama, 
      Pendapat yang membolehkan. 

📄 Ini adalah pendapat sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah, 
      Imam Tsauri, Imam Bukhari, dan Imam Ibnu Taimiyah. 
📙 (As-Sarakhsi, al-Mabsuth, III/107).
      Dalil mereka antara lain firman Allah SWT ,
     ”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka.” 
     (QS At-Taubah [9] : 103). 
     Menurut mereka, ayat ini menunjukkan zakat asalnya diambil dari harta (mal),
     yaitu apa yang dimiliki berupa emas dan perak (termasuk uang). 
     Jadi ayat ini membolehkan membayar zakat fitrah dalam bentuk uang. 
📙 (Rabi’ Ahmad Sayyid, Tadzkir al-Anam bi Wujub Ikhraj Zakat 
        al-Fithr Tha’am, hal. 4).
      Mereka juga berhujjah dengan sabda Nabi SAW,
      ”Cukupilah mereka (kaum fakir dan miskin) dari meminta-minta 
      pada hari seperti ini (Idul Fitri).” 
       (HR Daruquthni dan Baihaqi). 
      Menurut mereka, memberi kecukupan (ighna`) kepada fakir dan miskin 
      dalam zakat fitrah dapat terwujud dengan memberikan uang. 
📙 (Abdullah Al-Ghafili, Hukm Ikhraj al-Qimah fi Zakat al-Fithr, hal. 3).

👉 Kedua, 
      Pendapat yang tidak membolehkan 
      dan mewajibkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan pokok 
     (ghalib quut al-balad). 

📄 Ini adalah pendapat jumhur ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah. 
📙 (Al-Mudawwanah al-Kubra, I/392; Al-Majmu’, VI/112; Al-Mughni, IV/295)
       Karena ada dua pendapat yang berbeda, 
       maka kita harus bijak dalam menyikapinya. 
       Ulama sekaliber Imam Syafi’i, mujtahid yang sangat andal saja 
       berkomentar tentang pendapatnya dengan mengatakan, 
       ”Bisa jadi pendapatku benar, tapi bukan tak mungkin di dalamnya 
       mengandung kekeliruan. Bisa jadi pendapat orang lain salah, 
        tapi bukan tak mungkin di dalamnya juga mengandung kebenaran.”

📄 Dalam masalah ini, sebagai orang awam (kebanyakan), 
      kita boleh bertaqlid (mengikuti salah satu mazhab yang menjadi panutan 
      dan diterima oleh umat). 
      Allah tidak membebani kita di luar batas kemampuan yang kita miliki. 
      “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai 
       dengan kesanggupannya…”  
       (Al-Baqarah [2]: 286).

📄 Sesungguhnya masalah membayar zakat fitrah dengan uang sudah 
      menjadi perbincangan para ulama salaf, 
      bukan hanya terjadi akhir-akhir ini saja. 
      Imam Abu Hanifah, Hasan Al-Bisri, Sufyan Ats-Tsauri, 
      bahkan Umar bin Abdul Aziz sudah membincangkannya, 
      mereka termasuk orang-orang yang menyetujuinya. 
      Ulama Hadits seperti Bukhari ikut pula menyetujuinya, 
     dengan dalil danargumentasi yang logis serta dapat diterima.

📄 Menurut kami, membayar zakat fitrah dengan uang itu boleh, bahkan dalam keadaan tertentu lebih utama. 
      Bisa jadi pada saat Idul Fitri jumlah makanan (beras) yang dimiliki  para fakir miskin jumlahnya berlebihan. 
      Karena itu, mereka menjualnya untuk kepentingan yang lain. 
Dengan membayarkan menggunakan uang, 
mereka tidak perlu repot-repot menjualnya kembali  yang justru nilainya menjadi lebih rendah. Dan dengan uang itu pula, mereka dapat membelanjakannya sebagian untuk makanan, selebihnya untuk pakaian dan keperluan lainnya. 

Wallahu a’lam bish-shawab. 

Semoga bermanfaat

📙 " Kitab Taqrirat Assadidah"
📄 "Dari berbagai sumber"

Jumat, 08 Mei 2020

humor ramadhan

SALAH SAYA APA ❓


Sudah sebulan Kadir tinggal di rumah  mertuanya. Kadir tidak boleh pulang ke  Surabaya sebab ada status PSBB

Pada malam pertama bulan Ramadhan, Kadir diminta menjadi imam  Sholat Tarawih di rumah mertuanya. 
Kebetulan  bapak mertua Kadir juga seorang ustadz . 
Maka Kadir merasa agak risau, canggung dan sungkan. 

Pada rakaat pertama, Kadir membaca "Wadh Dhuhaa.  Wal laili idzaa sajaa. Maa..."

Tiba-tiba terdengar "Subhanallah !", tegur bapak mertua Kadir.

Kadir merasa heran sebab dia tidak pasti apa salah dia. Mungkin huruf 'dhod' yang dia baca tadi tidak beberapa tebal. 

Kadir pun membaca dari semula, "Wadh dhuhaa. Wal lai..."

"Subhanallah !!", tegur bapak mertua Kadir dengan suara yg agak keras 

Kadir pun jadi bingung dan keringatan sebab dia tidak tahu apa salahnya. 
Mungkin huruf 'ha' yang dia baca tadi terlalu tebal. 

Kadir pun membaca memulai dari awal, "Wadh dhuha..."

"Subhanallah !!!!", tegur bapak mertua Kadir dengan suara lebih keras lagi.

Kadir pun merasa jengkel. 
Dia pun berpaling ke belakang dan bertanya, "Apanya yang salah pak...?"

Bapak mertua Kadir menjawab, "Baca Fatihah dulu, Dir !"

Kadir oh Kadiir

🤪😩👊🏻👊🏻🤬🥶

Ramadhan Kareem !

*SELAMAT DHUHA*

Senin, 04 Mei 2020

nemu duit

Anak pinteeer

Time to LAAAAUGH !!!😂🤣😂🤣

Saya suruh anak untuk ke Warung beli Gula 1kg... tapi sudah 1 jam gak  balik2... 
Akhirnya begitu pulang saya omelin... 

Saya : Kebiasaan deh... kalo disuruh ke Warung pasti lama baliknya, maen dulu ya?!! Masa' beli Gula aja sampe 1 jam...!! 

Anak : Bukannya maen Bu... Tadi di depan Warung ada orang kehilangan uang 100 ribu... Dia cari-cari sampe 1 jam... 

Saya : Jadi kamu ikut nyariin??

Anak : Ya enggak lahhh... Saya cuma berdiri aja... 

Saya : Terus ngapain berdiri aja, bukannya bantuin nyari...!! 

Anak : *Kan uangnya saya injek.* 

☝😃🤪😆🤣

perihal berhubungan badan di bulan puasa

Perhatikan terutama penganten baru di bulan Ramadhan 
.
# 10 Hal Terkait Berhubungan suami-istri di bulan Ramadhan (Syariat dan Medis)

10 hal tersebut sebagai berikut:

[1] Hukuman berhubungan badan di siang hari bulan Ramadhan cukup berat

Jika melanggar kafarahnya adalah membebaskan satu orang budak (budak di zaman ini sangat sulit didapat), jika tidak maka puasa 60 hari berturut-turut, tidak boleh terputus, jika terputus maka diulangi dari awal lagi. Jika tidak mampu sama sekali (harus dicoba dulu) baru memberikan makan 60 orang miskin. Jika melakukan ini, kedua suami-istri batal puasanya dan yang wajib membayar kafarah menurut pendapat terkuat adalah suami.

Sebagaimana dalam hadits berikut, dari Abu Hurairah radhialahu ‘anhu,

بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكْتُ . قَالَ « مَا لَكَ » . قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِى وَأَنَا صَائِمٌ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا » . قَالَ لاَ . قَالَ « فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ » . قَالَ لاَ . فَقَالَ « فَهَلْ تَجِدُ إِطْعَامَ سِتِّينَ مِسْكِينًا » . قَالَ لاَ . قَالَ فَمَكَثَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – ، فَبَيْنَا نَحْنُ عَلَى ذَلِكَ أُتِىَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِعَرَقٍ فِيهَا تَمْرٌ – وَالْعَرَقُ الْمِكْتَلُ – قَالَ « أَيْنَ السَّائِلُ » . فَقَالَ أَنَا . قَالَ « خُذْهَا فَتَصَدَّقْ بِهِ » . فَقَالَ الرَّجُلُ أَعَلَى أَفْقَرَ مِنِّى يَا رَسُولَ اللَّهِ فَوَاللَّهِ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا – يُرِيدُ الْحَرَّتَيْنِ – أَهْلُ بَيْتٍ أَفْقَرُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِى ، فَضَحِكَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ ثُمَّ قَالَ « أَطْعِمْهُ أَهْلَكَ »

“Suatu hari kami pernah duduk-duduk di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian datanglah seorang pria menghadap beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu pria tersebut mengatakan, “Wahai Rasulullah, celaka aku.” Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apa yang terjadi padamu?” Pria tadi lantas menjawab, “Aku telah menyetubuhi istri, padahal aku sedang puasa.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah engkau memiliki seorang budak yang dapat engkau merdekakan?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas Nabishallallahu ‘alaihi wa sallambertanya lagi, “Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Apakah engkau dapat memberi makan kepada 60 orang miskin?” Pria tadi juga menjawab, “Tidak”. Abu Hurairah berkata, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam lantas diam. Tatkala kami dalam kondisi demikian, ada yang memberi hadiah satu wadah kurma kepada Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,“Di mana orang yang bertanya tadi?” Pria tersebut lantas menjawab, “Ya, aku.” Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Ambillah dan bersedakahlah dengannya.” Kemudian pria tadi mengatakan, “Apakah akan aku berikan kepada orang yang lebih miskin dariku, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada yang lebih miskin di ujung timur hingga ujung barat kota Madinah dari keluargaku. ” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tertawa sampai terlihat gigi taringnya. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata, “Berilah makanan tersebut pada keluargamu.”[1]

 

[2] Ketika safar dan tidak puasa, boleh berhubungan badan di siang hari bulan Ramadhan

Pertanyaan diajukan kepada syaikh bin Baz rahimahullah,

س: ما حكم من جامع في نهار رمضان وهو صائم، وهل يجوز للمسافر إذا أفطر أن يجامع أهله؟

Apa hukum bagi orang yang berpuasa melakukan jima’ di siang hari Ramadhan? Apakah boleh bagi musafir jika berbuka (tidak puasa) melakukan jima’ dengan istrinya (di siang hari Ramadhan)?

ج: على من جامع في نهار رمضان وهو صائم صوما واجبا الكفارة، أعني كفارة الظهار مع وجوب قضاء اليوم، والتوبة إلى الله سبحانه مما وقع منه. أما إن كان مسافرا أو مريضا مرضا يبيح له الفطر فلا كفارة عليه ولا حرج عليه، وعليه قضاء اليوم الذي جامع فيه؛ لأن المريض والمسافر يباح لهما الفطر بالجماع وغيره، كما قال الله سبحانه: {فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ}  وحكم المرأة في هذا حكم الرجل إن كان صومها واجبا وجبت عليها الكفارة مع القضاء، وإن كانت مسافرة أو مريضة مرضا يشق معه الصوم فلا كفارة عليها.

Jawaban:

Wajib bagi mereka yang melakukan jima’ pada siang hari Ramadhan berpuasa sebagai kafarah yaitu sebagaimana  kafarah dzihar (salah satunya yaitu puasa dua bulan berturut-turut) dan wajib juga mengqhada puasa saat itu (total wajibnya, 2 bulan berturut-turut dan 1 hari). Wajib bertaubat kepada Allah subanahu atas apa yang terjadi padanya.

Adapun jika ia adalah seorang musafir atau sedang sakit, yang sakitnya membolehkan berbuka maka tidak ada kafarah serta tidak masalah baginya (berjima’ di siang hari ramadhan). Ia wajib mengqhada puasa pada hari itu. Karena orang yang sakit dan musafir boleh berbuka (membatalkan puasa) dengan jima’ atau yang lain (misalnya makan-minum).

Allah Ta’ala berfirman,

“Barangsiapa yang sakit atau sedang dalam perjalanan maka hendaknya mengganti pada hari yang lain.”

Hukum wanita sebagaimana laki-laki, jika puasa tersebut wajib (puasa Ramadhan) maka wajib melakukan kafarah dan qhada. Jika wanita tersebut sedang safar atau sakit dengan rasa kesusahan untuk berpuasa, maka tidak ada kafarah (jima’ di siang Ramadhan).[2]

[3] Tetap sah puasa ketika waktu subuh sudah masuk kemudian masih dalam keadaan junub

Karena keadaan junub bukanlah pembatal puasa

‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata,

قَدْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ فِى رَمَضَانَ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ غَيْرِ حُلُمٍ فَيَغْتَسِلُ وَيَصُومُ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.”[3]

 

[4] Ketika berhubungan badan suami-istri di waktu sahur, kemudian terdengar adzan maka wajib menghentikannya saat itu juga dan puasanya sah

Imam An-Nawawi Rahimahullahberkata,

لو طلع الفجر , وهو مجامع فَنَزَعَ في الحال صحَّ صومُه

“jika telah terbit fajar (masuk waktu subuh) sedang ia dalam keadaan berjima’ kemudia ia langsung mencabutnya seketika. Maka puasanya sah.”[4]

[5] Suami boleh mencumbu istrinya asalkan ia mampu menahan agar tidak melakukan hubungan seksual. Jika keluar madzi maka ini dimaafkan menurut pendapat terkuat karena di luar kemampuannya. Tetapi jika tidak mampu menahan, sebaiknya tidak mencumbu istri

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُقَبِّلُ وَيُبَاشِرُ ، وَهُوَ صَائِمٌ ، وَكَانَ أَمْلَكَكُمْ لإِرْبِهِ .

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mencium dan mencumbu istrinya sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berpuasa. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan demikian karena beliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya.”[5]

[6] Secara medis, berhubungan badan suami-istri merupakan suatu kebutuhan primer yang menyehatkan baik secara fisik maupun mental.

Jadi, berhubungan badan jangan sampai ditinggalkan ketika bulan Ramadhan. Berbagai macam hormon kebahagiaan semisal endorphin dilepaskan ketika berhubungan badan sehingga menyehatkan.

Bahkan ulama menjelaskan bahwa jima’ (berhubungan badan) yang sah adalah syahwat yang paling disukai oleh para nabi dan orang orang shalih

Imam An-Nawawi rahimahullahuberkata,

اعلم أن شهوة الجماع شهوة أحبها الأنبياء و الصالحون, قالوا لما فيها من المصا لح الدينية و الدنيوية, و من غض البصر, و كسر الشهوة عن الزنا, و حصول النسل الذي تتم به عمارة الدنيا و تكثر به الأمة إلى يوم القيامة. قالوا: و سائر الشهوات يقسي تعاطيهم القلب, إلا هذه فإنها ترقق القلب

 

“ketahuilah bahwa syahwat jimak adalah syahwat yang disukai oleh para nabi dan orang-orang shalih.Mereka berkata, karena padanya terdapat berbagai mashalat agama dan dunia berupa menundukkan pandangan, meredam syahwat dari zina dan memperoleh keturunan yang dengannya menjadi sempurna bangunan dunia dan memperbanyak jumlah umat islam. Mereka berkata, semua syahwat bisa mengeraskan hati jika ditunaikan kecuali syahwat ini, karena bisa melembutkan hati.”[6]

[7] Meninggalkan total berhubungan badan suami-istri selama bulan Ramadhan tidak dianjurkan.

Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa puasa membuat hormon seksual lebih meningkat. Karena ini adalah kebutuhan primer, bagi beberapa orang bisa menbuat pikiran menjadi tidak tenang, rasa pusing sedikit dan kurang konsentrasi

[8] Berhubungan badan suami-istri bisa atur waktunya

Waktunya bisa malam hari setelah tarawih atau menjelang sahur, suami istri bisa sahur lebih awal dan menyisakan waktu yang cukup untuk hal ini

[9] Berhubungan badan kilat atau cepat bisa menjadi opsi

Mungkin karena waktu yang terbatas atau faktor lainnya, hal ini bisa dilakukan sebagai pilihan. Intinya adalah respon emosi dan saling mencurahkan kasih sayang, karena jima’ tidak hanya sekedar pertukaran energi fisik tetapi juga pertukaran kasih sayang suami-istri.

[10] Tetap makan yang bergizi, minum cairan yang cukup dan lakukan olahraga

Karena berhubungan badan juga termasuk olehraga ringan di mana ada ilmuan menyamakan kalori yang dibakar dengan bermain tenis meja berdua satu ronde. Sehingga butuh juga energi dan masukan gizi yang cukup dan mendukung. Tetap minum air 8 gelas sehari atau 1,5-2 liter.

1.Segelas ketika berbuka

2.segelas ketika pulang shalat magrib

3 segelas sebelum berangkat shalat isya,

4.segelas ketika pulang shalat tarawih

5.Segelas sebelum tidur

6.Segelas ketika bangun sahur

7.Segelas ketika sahur

8.segelas ketika menunggu adzan subuh

 

Demikian semoga bermanfaat

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

 

[1] HR. Bukhari no. 1936 dan Muslim no. 1111

[2] Majmu’ Fatawa bin Baz 15/308, bisa diakses juga di:http://www.binbaz.org.sa/mat/540

[3] HR. Muslim no. 1109

[4] Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzzab 6/316,  Darul fikr, Beirut, Syamilah

[5] HR. Bukhari no. 1927 dan Muslim no. 1106

[6] Syarh Al-Arbain An-Nawawiyah hal 91, Darul Aqidah, Koiro

__
Follow akun Raehanul Bahraen (klik):
Telegram: bit.ly/muslimafiyah
INSTAGRAM: https://www.instagram.com/raehanul_bahraen/

rindu kamu

Jangan larang aku untuk rindu
Dan mengizinkanku hanya untuk kangen
Karena rinduku hanya padamu
Tak ada yg bisa mewakili dirimu

Senyum di fotomu memang terlihat manis
Tapi semut pun tahu itu tak layak dinikmati

Bagiku, 
rindu itu laksana malam menunggu sang rembulan
Seperti matahari menjemput pagi
Yang bila terlambat bertemu bisa terjadi gerhana

Bagiku,
Kangen bisa diwakilkan kehadirannya
Entah lewat syair lagu
Atau sekedar sapu tanganmu yg tertinggal di kantong jaketku dulu

Dan lagu Kangen dari Ahmad Dhani pun
Hanya menuliskan kata rindu dalam bait bait lagumya
Karena lagu itu yang akan mewakili rasa kangen pada Maya, bukan sebagai penawar rindu

Tiada pengobat rindu selain bertemu
Dan rinduku hanya padamu
Entah kapan, aku tak tahu

Yang kulakukan hanya menyimpannya dalam dada
Lalu kupanjatkan dalam doa
Agar semesta membantu kita
Untuk segera berjumpa


#salambubur