Tampilkan postingan dengan label sedekah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sedekah. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2020

sedekah baju Rasulullah

RENUNGAN MALAM

Alkisah seorang Pengemis Mengetuk pintu Rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pengemis itu berkata: "saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullih."

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Wahai Aisyah berikan baju itu kepada pengemis itu".

Sayyidah Aisyah pun melaksanakan perintah Rasulullohu shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar: 
"Siapa yang mau membeli baju Rasulullah? ".

Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya.

Kemudian ada seorang kaya namun buta yang mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya:
 “jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka”. 

Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi.

Alangkah gembiranya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu, orang buta tersebut kemudian berdoa dan berkata: 
“Yaa Rabb dengan hak Rasulullah dan berkat baju yg suci ini, kembalikanlah pandanganku... ".

Masyaa Allah...
dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali.

Keesokan harinya, iapun pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan penuh gembira dan berkata: "Wahai Rasulullah... pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju anda sebagai hadiah dariku.. ".

Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya, padahal biasanya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam jarang sekali tertawa... 

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Sayyidah Aisyah: "Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan izin dan berkahNya, ia telah mengkayakan orang yang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita."

Masya Allah ...

Al-Imam as-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala shadaqoh itu ada 5 macam:
" Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori :

1) Satu dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani.

2) Satu dibalas sembilan puluh (1:90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu.

3) Satu dibalas sembilan ratus (1:900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan.

4) Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orangtua.

5) Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yg alim atau ahli fiqih.

[Kitab Bughyatul Musytarsyidin].

Wallahu a'lam bish-shawab..

Semoga Allah Ta'ala mendekatkan kita hari ini dengan segala kebaikan yang ada di dalamnya dan memudahkan kita untuk bermurah hati, suka bersedekah dengan ikhlas.

Jumat, 22 Mei 2020

KISAH SEPOTONG ROTI

Kisah sepotong roti..

Dahulu..
ada seorang lelaki yang beribadah selama 60 tahun lamanya..
lalu ia terfitnah oleh seorang wanita..
dan berzina dengannya selama enam hari..
lalu ia sadar dan bertaubat..
ia pun pergi meninggalkan tempat ibadahnya..
lalu ia singgah di sebuah masjid..
dan tinggal di sana selama tiga hari tak ada makanan..
suatu ketika, ada orang yang memberinya roti..
ketika ia hendak memakannya..
ia melihat dua orang yang amat membutuhkan..
ia pun memotong roti..
dan memberikannya kepada keduanya..
sementara ia tak makan..
maka Allah memerintahkan malaikat untuk menimbang..
antara amalannya selama 60 tahun dan zinanya selama 6 hari..
ternyata lebih berat zina selama 6 hari..
lalu Allah memerintahkan menimbang zinanya 6 hari dengan dua potong roti..
ternyata lebih berat dua potong roti
diriwayatkan oleh Nadlr bin Syumail dari perkataan ibnu Mas'ud..
dan ibnu Abu Nuaim meriwayatkan juga kisah yang sama dari Abu Musa Al Asy'ari dengan sanad yang shahih..

lihatlah..
ibadah 60 puluh tahun dikalahkan oleh zina 6 hari..
tidakkah menjadi takut hati kita untuk berbuat maksiat..

lihat juga..
ternyata berinfak di saat kita butuh..
melebihi ibadah selama 60 tahun..
namun..
itu tak mudah..
karena jiwa amat mencintai harta..
kecuali orang yang Allah berikan kekuatan padanya..

Rabu, 13 Mei 2020

sedekah untuk saudara

*MANA YANG LEBIH UTAMA:*
_"Sedekah Kepada Orang Miskin atau Pada Karib Kerabat?"_

*Karib Kerabat* adalah semua orang yang mempunyai hubungan darah dengan kita mulai dari Ibu, Bapak, Saudara Kandung, Paman, Bibi, Keponakan, Saudara Sepupu, dan Cucu .

Pertanyaan di atas mungkin dirasa sepele, namun kenyataannya, *banyak orang muslim yang belum tau* dan lebih *memilih untuk bersedekah kepada fakir miskin daripada bersedekah kepada keluarga atau kerabatnya sendiri*.

Padahal, setiap perintah sedekah dan infak di dalam kitab suci Al-Qur’an, *selalu yang pertama kali disebutkan adalah karib kerabat*.

*Seperti yang termaktub dalam ayat berikut ini*:

*وءاتى المال على حبه ذوى القربى*

*“…dan memberikan harta yang ia cintai kepada karib-kerabat…..”*
(QS. Al Baqarah 177)

*وءات ذى القربى حقه والمسكين*

*“...Dan berikanlah kepada karib-kerabat akan haknya dan orang miskin….”* 
(QS. Al-Isra 26)

Dan banyak lagi ayat lain yang senada dengan itu.

Jika dicermati, ada satu pesan yang sangat penting untuk kita amalkan, yaitu mendahulukan karib kerabat atau orang terdekat untuk menerima infak, sedekah, atau apapun bentuk kebaikan sebelum kita memberi kepada orang lain, kita harus perhatikan *_apakah ada di antara orang terdekat kita yang masih membutuhkan atau semua sudah makmur dan tidak perlu disantuni lagi?_*

Sangat disayangkan apabila seseorang memiliki kekayaan yang membuat ia mampu menyantuni orang lain dan sangat peduli dengan masalah sosial di lingkungannya, sehingga ia mudah memberi kepada fakir miskin, anak yatim, dan berbagai bentuk amal sosial lainnya. 
_Namun sayang beribu sayang ia sangat cuek dan pelit kepada karib kerabatnya sendiri_.

*Barangkali ia merasa pemberian kepada keluarga terdekat tidak mendapatkan pahala*.

*Padahal justru itulah yang lebih besar pahalanya di sisi Alloh*.
Oleh karena itu pemahaman yang salah ini *perlu diluruskan*.

*Sekedar contoh*: 
Tidakkah memilukan, bila seseorang tinggal di rumah yang besar bagaikan istana, sementara saudara kandungnya tinggal di rumah RSSS? (rumah sangat sederhana sekali). 

Tidakkah kita mengangkat alis bila seseorang mempunyai kekayaan besar, turun dari satu mobil mewah dengan dibukakan pintu oleh para ajudan, berpindah dari satu gedung mewah ke gedung mewah berikutnya, namun saudara kandungnya menjadi kuli yang siap diperintah-perintah dengan suara tinggi sambil diacungi telunjuk kiri dan wajahnya penuh ketakutan dengan kepala tertunduk serta badan yang membungkuk?

*Ingatlah*.. 
Rasululloh SAW bersabda:

*...يا أمة محمد، والذي بعثني بالحق لا يقبل الله صدقة من رجل وله قرابة محتاجون إلى صلته ويصرفها إلى غيرهم. والذي نفسي بيده، لا ينظر الله إليه يوم القيامة*

_“…Wahai ummat Muhammad, demi Alloh yang telah mengutusku dengan kebenaran, *Alloh tidak akan menerima sedekah seseorang yang mempunyai kerabat yang membutuhkan bantuannya, sementara ia memberikan sedekah atau bantuan itu kepada orang lain*. Dan demi Alloh yang jiwaku berada dalam genggamannya, Alloh tidak akan memandangnya di hari kiamat nanti”_. 
(HR. Thabrani)

Rasululloh SAW juga pernah bersabda:

*الصدقة على المسكين صدقة، وعلى القريب صدقتان، صدقة وصلة*

*_“Sedekah kepada orang miskin dinilai SATU sedekah, sedangkan kepada karib kerabat nilainya sama dengan DUA, yakni nilai sedekah dan nilai silaturrahim”_*

✍️ *Pesan penting yang sangat jelas di sini*:
_“Jika anda diizinkan oleh Alloh SWT menjadi orang yang berada, maka jadikanlah orang terdekat anda juga merasakan keberkahan yang dilebihkan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kepada anda. Jangan sampai masyarakat memuji kedermawanan anda, sementara saudara dekat dan karib kerabat anda sendiri dalam keadaan kekurangan”_. 

*Na'udzubillahi mindzalik..*

*Wallohu A’lam bishawab*

Senin, 03 Juli 2017

Sedekah itu obat

*🌷 "SAYA HARUS MEMBUANG AIR SUSU SAYA BU..."*🌹

_~ Kisah ini didapatkan dari Riyadh Saudi Arabia._
_~ Di sebuah desa Huraimla, ada seorang wanita yang sudah dinyatakan oleh Dokter terkena kanker darah, kondisi fisiknya sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa._
_~ Untuk merawat dirinya dan memenuhi semua keperluannya, dia mendatangkan pembantu dari Indonesia._
_~ Pembantu ini adalah seorang wanita yang ta'at beragama._

_~ Satu minggu setelah bekerja, Majikan merasa pekerjaannya dianggap bagus._
_~ Majikan wanita selalu memperhatikan apa yang dia kerjakan._
_~ Suatu waktu si Majikan memperhatikan kelakukan aneh si pembantu._
_~ Pembantunya ini sering sekali ke kamar mandi dan berdiam cukup lama._

_~ Dengan tutur kata yang lemah lembut si Majikan bertanya. "Apa yang sebenarnya engkau lakukan di kamar mandi?"_
_~ Pembantu itu tidak menjawab, tetapi justru menangis tersedu-sedu._
_~ Si majikan menjadi iba dan kemudian menghiburnya sambil menanyakan apa yang sebenarnya terjadi._

_~ Akhirnya Pembantunya itupun bercerita bahwa dirinya baru 20 hari melahirkan anaknya._
_~ Karena desakan ekonomi itulah dia terpaksa berangkat bekerja sebagai TKW di Arab Saudi._

_~ "Saya harus membuang air susu saya Bu, kalau tidak dibuang dada saya terasa sesak dan penuh karena tidak disusu oleh anak saya."_

_~ Air susu yang menumpuk dan tidak tersalurkan itulah yang membuatnya sakit sehingga harus diperas dan dibuang di kamar mandi._

_~ "Subhaanallah, Anda berjuang untuk anak dan keluarga Anda," kata majikan._
_~ Ternyata Majikannya tidak seburuk seperti yang diceritakan di koran-koran atau televisi._
_~ Seketika itu juga si majikan memberikan gajinya secara penuh selama 2 tahun sesuai dengan akad kontraknya dan memberikannya tiket pulang._

_~ "Kamu pulanglah dulu, uang sudah saya berikan penuh untuk 2 tahun kontrakmu, kamu susui anakmu secara penuh selama 2 tahun dan jika kamu igin kembali bekerja kamu mengubungi telepon ini sekaligus saya akan mengirim uang untuk tiket keberangkatanmu."_

_~ "Subhaanallah, apa Ibu tidak apa-apa saya tinggal?"_
_~ Si majikan waktu itu hanya menggelengkan kepala bahwa apa yang kamu tinggal lebih berharga dari pada mengurus saya._

_~ Setelah pembantu itu pulang, majikan mengalami perubahan luar bisa._
_~ Pikirannya menjadi terfokus pada kesembuhan dan hatinya menjadi sangat senang karena dapat membantu orang yang sedang kesulitan._

_~ Hari-harinya tidak lagi memikirkan sakitnya lagi, yang ada hanyalah rasa bahagia._
_~ Sebulan kemudian dia baru kembali lagi ke rumah sakit untuk kontrol._
_~ Dokter yang menanganinya segera melakukan pemeriksaaan mendetail. Tapi apa yang terjadi?_

_~ Dokter yang menangani awal tidak melihat ada penyakit seperti diagnosa sebelumnya._
_~ Dia tidak melihat ada penyakit kanker darah yang diderita pasiennnya._
_~ Dokter itu terkagum-kagum, bagaimana mungkin bisa sedahsyat dan secepat itu penyakitnya bisa sembuh, apalagi kanker darah._
_~ Apa telah terjadi salah diagnosa?_

_~ Akhirnya Dokter itupun bertanya, apa sebenanrnya yang telah dilakukan oleh pasien._

_~ Wanita itupun menjawab, "Saya tidak melakukan apa-apa dengan sakit saya,_
_~ mungkin sedekah yang telah saya lakukan ke pembantu saya telah membantuku sembuh,_
_~ nyatanya setelah saya menolong hati saya menjadi lebih bergairah untuk sembuh dan hidup,_
_~ saya mempunyai pembantu yang sedang menyusui anaknya tapi susu itu tidak dapat disalurkan dan harus dibuang di kamar mandi."_

_~ Saya menangis apabila mengingat akan keadaannya, akhirnya pembantu itu saya suruh pulang agar bisa menyalurkan air sususnya dan dia sehat dan anaknya juga bisa sehat._
_~ Mungkin dengan itu akhirnya sakit saya sembuh Dokter._

_~ Dokter itupun akhirnya tersadar, bahwa diagnosa dan sakit apapun bisa sembuh karena Allah SWT memang menghendakinya,_
*_~ 'Obatilah orang yang sakit dengan sedekah.'_*

_~ Semoga bermanfa'at dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ..._
_~ Silahkan saudara-saudariku yang baik, yang mau share atau copas, dengan senang hati. Semoga bermanfa'at._
_~ Semoga pula Allah Ta'ala berikan pahala kepada :_
_• yang membaca,_
_• yang menulis,_
_• yang mengajarkan_
_• dan yang mengamalkan…_ _~ Aamiin, Aamiin, Aamiin, ya Allah ya Rabbal’aalamiin_[truncated by WhatsApp]