Kamis, 21 Juli 2016

Mengapa penyebutan surga dalam al-Qur'an selalu diiringi kata sungai?

Sungai-sungai Surga

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Berapa banyak Allah menyebutkan dalam ayat suci al-Qur’an tentang surga, menyebutkan pula bersamanya sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Semua itu demi kesempurnaan keindahannya. Dengan adanya sungai-sungai yang mengalir di bawahnya, surga bertambah indah dan elok. Di mana saja kita berada, di dalam surga maupun di dunia ini, kita akan mendapati air di taman tersebut, baik air itu mengalir alami maupun buatan karena air merupakan unsur penambah keindahan taman.

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Ali ‘Imraan: 133)

“… barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (an-Nisaa’: 13)

“….kelak Kami memasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai….” (an-Nisaa’: 122)

“….sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi [di dalam surga], yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (al-Ankabuut: 58)

“[yaitu] surga-surga ‘Adn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (an-Nahl: 31)

Allah swt. menyebutkan sungai-sungai yang berada di dalam surga itu dengan jelas dan terang agar kita mengetahuinya.

“Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamr [anggur yang tidak memabukkan] yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni….” (Muhammad: 15)

Telah diriwayatkan bahwa sungai-sungai itu mengalir tanpa anak sungai [tempat mengalirnya air], tetapi sesuai dengan kehendak Ilahi dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Aku diangkat ke Sidratul Muntaha, tiba-tiba ada empat sungai, yaitu dua sungai yang nyata dan dua sungai yang tidak nyata. Adapun dua sungai yang nyata adalah Nil dan Eufrat. Sedangkan dua sungai yang tidak tampak berada di dalam surga.” (HR Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Saihan, Jaihan, Eufrat dan Nil, semuanya termasuk sungai-sungai di surga.” (HR Muslim)

Sungai lain yang berada di surga adalah al-Kautsar. Sungai ini juga pernah dilihat Rasulullah saw. dan diceritakan kepada kita.

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Ketika aku sedang berjalan-jalan di dalam surga, tiba-tiba aku berada di surga yang kedua tepinya terdapat kubah dari emas yang terbentang. Lalu, aku bertanya kepada Jibril, ‘Apa ini, wahai Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah al-Kautsar yang diberikan Tuhanmu kepadamu. Tanahnya terbuat dari kasturi yang harum baunya.” (HR Bukhari)

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tahukah kalian, apakah al-Kautsar itu?” Kami [para shahabat] menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau berkata, “Itulah sungai yang dijanjikan Tuhanku ‘Azza wa Jalla kepadaku, sedang di dalamnya terdapat kebaikan.” (HR Muslim)

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Itulah sungai yang dijanjikan Allah kepadaku di surga. Airnya putih dari susu, lebih manis dari madu. Sungai itu menarik perhatian burung-burung yang lehernya laksana unta.” (HR Ahmad dalam Musnad)

Sungai-sungai di surga itu tidak diketahui besarnya, ukurannya, luasnya, kecepatan alirannya, panjangnya dan lebarnya kecuali oleh Allah swt.

Dari Hakim bin Mu’awiyah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh di dalam surga itu terdapat sungai dari madu, sungai dari khamr, sungai dari susu, dan sungai dari air. Sungai-sungai itu nantinya akan terpecah.” (HR Turmudzi dalam Sunan)

Rasulullah saw. juga memberitahukan kepada kita tentang sungai Bariqa yang berada di pintu surga. Dari Ibnu ‘Abbas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Para syuhada berada di Bariqa, yaitu sungai yang terletak di depan pintu surga, dalam kubah hijau, yang mengeluarkan rizky kepada mereka, setiap pagi dan sore.” (HR Ahmad dalam shahih, Thabrani dan Hakim)

Sungai-sungai itu bagian dari ayat-ayat Allah yang mengalir dari bermacam-macam jenis [minuman]. Namun sungai-sungai itu tidak mengalir seperti sungai-sungai di dunia, bahkan ia mengalir tanpa anak sungai. Sungai-sungai itu juga menghilangkan bencana [penyakit] yang menyebabkan hilangnya kenikmatan, sebagaimana khamr di surga juga menghilangkan kandungan khamr dunia yang mengakibatkan pusing, berbicara tidak karuan [mabuk], melalaikan dan tidak lezat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar