Jumat, 05 Agustus 2016

Info sehat : PENYAKIT KULIT

Semoga bermanfaat..sedikit ulasan penyakit kulit...

     
Penyakit jamur yang mengenai daerah selangkangan seperti yang Anda keluhkan dapat  disebabkan oleh jamur dermatofita atau candida, dalam dunia kedokteran disebut sebagai tinea kruris.

Tinea kruris disebabkan oleh jamur dermatofita E.Floccosum, T. Rubrum, dan T. Mentagrophytes. Biasanya mengenai daerah selangkangan atau sisi paha atas bagian dalam, dapat terjadi di kedua paha atau di salah satu paha saja. Keluhan utama adalah rasa gatal yang dapat hebat. Lesi berbatas tegas, tepi meninggi yang dapat berupa bintil-bintil kemerahan atau lenting-lenting kemerahan, atau kadang terlihat lenting-lenting yang berisi nanah. Bagian tengah menyembuh berupa daerah coklat kehitaman bersisik. Garukan terus-menerus dapat menimbulkan gambaran penebalan kulit.

Jamur lain yang sering mengenai daerah lipatan kulit, terutama ketiak, bagian bawah payudara, bagian pusat, lipat bokong, selangkangan, dan sela antar jari; adalah candida. Dapat juga mengenai daerah belakang telinga, lipatan kulit perut, dan glans penis (balanopostitis), sela jari tangan biasanya antara jari ketiga dan keempat, pada sela jari kaki antara jari keempat dan kelima. Keluhan berupa gatal yang hebat, kadang-kadang disertai rasa panas seperti terbakar dan basah.

Selangkangan merupakan bagian tubuh yang mudah lembab karena merupakan area bagian yang terlipat. Terdapat faktor yang mempengaruhi kelembaban di daerah selangkangan seperti aktifitas fisik, kondisi tubuh yang sering berkeringat, berat badan, suhu lingkungan, dan jenis pakaian/celana dalam yang tidak menyerap keringat.

Seseorang dengan berat badan berlebih cenderung memiliki kondisi kulit yang mudah lembab dan berkeringat. Kulit yang lembab merupakan suasana yang baik untuk pertumbuhan kuman dan jamur. Gejala dari infeksi jamur adalah gatal, berbau, lembab, kulit mudah iritasi/kemerahan.

Untuk mengatasi infeksi jamur, dapat dilakukan penanganan nonfarmakologis dan farmakologis. Terapi nonfarmakologis adalah menghilangkan faktor pencetus. Hal ini dilakukan dengan cara mandi teratur dua kali sehari, berganti pakaian dalam setiap kali banyak berkeringat dan setiap kali mandi, menggunakan bahan yang tipis, dan menghindari penggunaan celana ketat. Sebaiknya Anda juga tidak menggunakan handuk ataupun celana bergantian dengan orang lain. Celana Anda sebaiknya juga direndam terlebih dahulu menggunakan karbol (untuk yang berwarna) selama 1 – 2 jam dan pemutih (untuk warna putih) selama 15 – 30 menit. Selain itu, Anda juga harus menjaga kesehatan dan mempertahankan asupan nutrisi yang baik. Karena walaupun dilakukan pengobatan yang teratur tapi jika tidak diikuti dengan penghilangan sumber penularan dan faktor pencetus, jamur akan muncul kembali.

Medikamentosa yang digunakan adalah obat antijamur, dapat berupa salep (bila lesi jamur tidak terlalu lebar) atau obat minum. Salep antijamur (ketokonazol, mikonazol) digunakan sekurang-kurangnya 2 minggu setelah lesi menyembuh. Jika infeksinya luas, dapat diberikan anti jamur oral, umumnya digunakan Griseofulvin 500 mg 1x per hari, diberikan selama 4 – 6 minggu. Efek samping yang dapat muncul adalah gangguan fungsi hati, sehingga jika Anda sedang ada penyakit hati (sakit kuning) akan dipertimbangkan pemberian obat lain. Setelah pengobatan oral selesai, dapat dilanjutkan dengan pengobatan krim anti jamur selama 2 minggu. Pengobatan akan terus dilanjutkan sampai hasil pemeriksaan mikroskopik menunjukkan hasil negatif 3x berturut-turut. Gatal yang ada sebaiknya tidak digaruk. Selain menghindari suasana lembab pada daerah tersebut, dapat digunakan bedak untuk menjaga daerah tersebut tetap kering. Penggunaan obat-obatana ini tentunya harus sesuai dosis, indikasi dan di bawah pengawasan

Demikian informasi semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar