Senin, 04 Mei 2020

nemu duit

Anak pinteeer

Time to LAAAAUGH !!!😂🤣😂🤣

Saya suruh anak untuk ke Warung beli Gula 1kg... tapi sudah 1 jam gak  balik2... 
Akhirnya begitu pulang saya omelin... 

Saya : Kebiasaan deh... kalo disuruh ke Warung pasti lama baliknya, maen dulu ya?!! Masa' beli Gula aja sampe 1 jam...!! 

Anak : Bukannya maen Bu... Tadi di depan Warung ada orang kehilangan uang 100 ribu... Dia cari-cari sampe 1 jam... 

Saya : Jadi kamu ikut nyariin??

Anak : Ya enggak lahhh... Saya cuma berdiri aja... 

Saya : Terus ngapain berdiri aja, bukannya bantuin nyari...!! 

Anak : *Kan uangnya saya injek.* 

☝😃🤪😆🤣

perihal berhubungan badan di bulan puasa

Perhatikan terutama penganten baru di bulan Ramadhan 
.
# 10 Hal Terkait Berhubungan suami-istri di bulan Ramadhan (Syariat dan Medis)

10 hal tersebut sebagai berikut:

[1] Hukuman berhubungan badan di siang hari bulan Ramadhan cukup berat

Jika melanggar kafarahnya adalah membebaskan satu orang budak (budak di zaman ini sangat sulit didapat), jika tidak maka puasa 60 hari berturut-turut, tidak boleh terputus, jika terputus maka diulangi dari awal lagi. Jika tidak mampu sama sekali (harus dicoba dulu) baru memberikan makan 60 orang miskin. Jika melakukan ini, kedua suami-istri batal puasanya dan yang wajib membayar kafarah menurut pendapat terkuat adalah suami.

Sebagaimana dalam hadits berikut, dari Abu Hurairah radhialahu ‘anhu,

بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكْتُ . قَالَ « مَا لَكَ » . قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِى وَأَنَا صَائِمٌ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا » . قَالَ لاَ . قَالَ « فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ » . قَالَ لاَ . فَقَالَ « فَهَلْ تَجِدُ إِطْعَامَ سِتِّينَ مِسْكِينًا » . قَالَ لاَ . قَالَ فَمَكَثَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – ، فَبَيْنَا نَحْنُ عَلَى ذَلِكَ أُتِىَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِعَرَقٍ فِيهَا تَمْرٌ – وَالْعَرَقُ الْمِكْتَلُ – قَالَ « أَيْنَ السَّائِلُ » . فَقَالَ أَنَا . قَالَ « خُذْهَا فَتَصَدَّقْ بِهِ » . فَقَالَ الرَّجُلُ أَعَلَى أَفْقَرَ مِنِّى يَا رَسُولَ اللَّهِ فَوَاللَّهِ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا – يُرِيدُ الْحَرَّتَيْنِ – أَهْلُ بَيْتٍ أَفْقَرُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِى ، فَضَحِكَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ ثُمَّ قَالَ « أَطْعِمْهُ أَهْلَكَ »

“Suatu hari kami pernah duduk-duduk di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian datanglah seorang pria menghadap beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu pria tersebut mengatakan, “Wahai Rasulullah, celaka aku.” Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apa yang terjadi padamu?” Pria tadi lantas menjawab, “Aku telah menyetubuhi istri, padahal aku sedang puasa.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah engkau memiliki seorang budak yang dapat engkau merdekakan?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas Nabishallallahu ‘alaihi wa sallambertanya lagi, “Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Apakah engkau dapat memberi makan kepada 60 orang miskin?” Pria tadi juga menjawab, “Tidak”. Abu Hurairah berkata, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam lantas diam. Tatkala kami dalam kondisi demikian, ada yang memberi hadiah satu wadah kurma kepada Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,“Di mana orang yang bertanya tadi?” Pria tersebut lantas menjawab, “Ya, aku.” Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Ambillah dan bersedakahlah dengannya.” Kemudian pria tadi mengatakan, “Apakah akan aku berikan kepada orang yang lebih miskin dariku, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada yang lebih miskin di ujung timur hingga ujung barat kota Madinah dari keluargaku. ” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tertawa sampai terlihat gigi taringnya. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata, “Berilah makanan tersebut pada keluargamu.”[1]

 

[2] Ketika safar dan tidak puasa, boleh berhubungan badan di siang hari bulan Ramadhan

Pertanyaan diajukan kepada syaikh bin Baz rahimahullah,

س: ما حكم من جامع في نهار رمضان وهو صائم، وهل يجوز للمسافر إذا أفطر أن يجامع أهله؟

Apa hukum bagi orang yang berpuasa melakukan jima’ di siang hari Ramadhan? Apakah boleh bagi musafir jika berbuka (tidak puasa) melakukan jima’ dengan istrinya (di siang hari Ramadhan)?

ج: على من جامع في نهار رمضان وهو صائم صوما واجبا الكفارة، أعني كفارة الظهار مع وجوب قضاء اليوم، والتوبة إلى الله سبحانه مما وقع منه. أما إن كان مسافرا أو مريضا مرضا يبيح له الفطر فلا كفارة عليه ولا حرج عليه، وعليه قضاء اليوم الذي جامع فيه؛ لأن المريض والمسافر يباح لهما الفطر بالجماع وغيره، كما قال الله سبحانه: {فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ}  وحكم المرأة في هذا حكم الرجل إن كان صومها واجبا وجبت عليها الكفارة مع القضاء، وإن كانت مسافرة أو مريضة مرضا يشق معه الصوم فلا كفارة عليها.

Jawaban:

Wajib bagi mereka yang melakukan jima’ pada siang hari Ramadhan berpuasa sebagai kafarah yaitu sebagaimana  kafarah dzihar (salah satunya yaitu puasa dua bulan berturut-turut) dan wajib juga mengqhada puasa saat itu (total wajibnya, 2 bulan berturut-turut dan 1 hari). Wajib bertaubat kepada Allah subanahu atas apa yang terjadi padanya.

Adapun jika ia adalah seorang musafir atau sedang sakit, yang sakitnya membolehkan berbuka maka tidak ada kafarah serta tidak masalah baginya (berjima’ di siang hari ramadhan). Ia wajib mengqhada puasa pada hari itu. Karena orang yang sakit dan musafir boleh berbuka (membatalkan puasa) dengan jima’ atau yang lain (misalnya makan-minum).

Allah Ta’ala berfirman,

“Barangsiapa yang sakit atau sedang dalam perjalanan maka hendaknya mengganti pada hari yang lain.”

Hukum wanita sebagaimana laki-laki, jika puasa tersebut wajib (puasa Ramadhan) maka wajib melakukan kafarah dan qhada. Jika wanita tersebut sedang safar atau sakit dengan rasa kesusahan untuk berpuasa, maka tidak ada kafarah (jima’ di siang Ramadhan).[2]

[3] Tetap sah puasa ketika waktu subuh sudah masuk kemudian masih dalam keadaan junub

Karena keadaan junub bukanlah pembatal puasa

‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata,

قَدْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ فِى رَمَضَانَ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ غَيْرِ حُلُمٍ فَيَغْتَسِلُ وَيَصُومُ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.”[3]

 

[4] Ketika berhubungan badan suami-istri di waktu sahur, kemudian terdengar adzan maka wajib menghentikannya saat itu juga dan puasanya sah

Imam An-Nawawi Rahimahullahberkata,

لو طلع الفجر , وهو مجامع فَنَزَعَ في الحال صحَّ صومُه

“jika telah terbit fajar (masuk waktu subuh) sedang ia dalam keadaan berjima’ kemudia ia langsung mencabutnya seketika. Maka puasanya sah.”[4]

[5] Suami boleh mencumbu istrinya asalkan ia mampu menahan agar tidak melakukan hubungan seksual. Jika keluar madzi maka ini dimaafkan menurut pendapat terkuat karena di luar kemampuannya. Tetapi jika tidak mampu menahan, sebaiknya tidak mencumbu istri

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُقَبِّلُ وَيُبَاشِرُ ، وَهُوَ صَائِمٌ ، وَكَانَ أَمْلَكَكُمْ لإِرْبِهِ .

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mencium dan mencumbu istrinya sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berpuasa. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan demikian karena beliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya.”[5]

[6] Secara medis, berhubungan badan suami-istri merupakan suatu kebutuhan primer yang menyehatkan baik secara fisik maupun mental.

Jadi, berhubungan badan jangan sampai ditinggalkan ketika bulan Ramadhan. Berbagai macam hormon kebahagiaan semisal endorphin dilepaskan ketika berhubungan badan sehingga menyehatkan.

Bahkan ulama menjelaskan bahwa jima’ (berhubungan badan) yang sah adalah syahwat yang paling disukai oleh para nabi dan orang orang shalih

Imam An-Nawawi rahimahullahuberkata,

اعلم أن شهوة الجماع شهوة أحبها الأنبياء و الصالحون, قالوا لما فيها من المصا لح الدينية و الدنيوية, و من غض البصر, و كسر الشهوة عن الزنا, و حصول النسل الذي تتم به عمارة الدنيا و تكثر به الأمة إلى يوم القيامة. قالوا: و سائر الشهوات يقسي تعاطيهم القلب, إلا هذه فإنها ترقق القلب

 

“ketahuilah bahwa syahwat jimak adalah syahwat yang disukai oleh para nabi dan orang-orang shalih.Mereka berkata, karena padanya terdapat berbagai mashalat agama dan dunia berupa menundukkan pandangan, meredam syahwat dari zina dan memperoleh keturunan yang dengannya menjadi sempurna bangunan dunia dan memperbanyak jumlah umat islam. Mereka berkata, semua syahwat bisa mengeraskan hati jika ditunaikan kecuali syahwat ini, karena bisa melembutkan hati.”[6]

[7] Meninggalkan total berhubungan badan suami-istri selama bulan Ramadhan tidak dianjurkan.

Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa puasa membuat hormon seksual lebih meningkat. Karena ini adalah kebutuhan primer, bagi beberapa orang bisa menbuat pikiran menjadi tidak tenang, rasa pusing sedikit dan kurang konsentrasi

[8] Berhubungan badan suami-istri bisa atur waktunya

Waktunya bisa malam hari setelah tarawih atau menjelang sahur, suami istri bisa sahur lebih awal dan menyisakan waktu yang cukup untuk hal ini

[9] Berhubungan badan kilat atau cepat bisa menjadi opsi

Mungkin karena waktu yang terbatas atau faktor lainnya, hal ini bisa dilakukan sebagai pilihan. Intinya adalah respon emosi dan saling mencurahkan kasih sayang, karena jima’ tidak hanya sekedar pertukaran energi fisik tetapi juga pertukaran kasih sayang suami-istri.

[10] Tetap makan yang bergizi, minum cairan yang cukup dan lakukan olahraga

Karena berhubungan badan juga termasuk olehraga ringan di mana ada ilmuan menyamakan kalori yang dibakar dengan bermain tenis meja berdua satu ronde. Sehingga butuh juga energi dan masukan gizi yang cukup dan mendukung. Tetap minum air 8 gelas sehari atau 1,5-2 liter.

1.Segelas ketika berbuka

2.segelas ketika pulang shalat magrib

3 segelas sebelum berangkat shalat isya,

4.segelas ketika pulang shalat tarawih

5.Segelas sebelum tidur

6.Segelas ketika bangun sahur

7.Segelas ketika sahur

8.segelas ketika menunggu adzan subuh

 

Demikian semoga bermanfaat

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

 

[1] HR. Bukhari no. 1936 dan Muslim no. 1111

[2] Majmu’ Fatawa bin Baz 15/308, bisa diakses juga di:http://www.binbaz.org.sa/mat/540

[3] HR. Muslim no. 1109

[4] Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzzab 6/316,  Darul fikr, Beirut, Syamilah

[5] HR. Bukhari no. 1927 dan Muslim no. 1106

[6] Syarh Al-Arbain An-Nawawiyah hal 91, Darul Aqidah, Koiro

__
Follow akun Raehanul Bahraen (klik):
Telegram: bit.ly/muslimafiyah
INSTAGRAM: https://www.instagram.com/raehanul_bahraen/

rindu kamu

Jangan larang aku untuk rindu
Dan mengizinkanku hanya untuk kangen
Karena rinduku hanya padamu
Tak ada yg bisa mewakili dirimu

Senyum di fotomu memang terlihat manis
Tapi semut pun tahu itu tak layak dinikmati

Bagiku, 
rindu itu laksana malam menunggu sang rembulan
Seperti matahari menjemput pagi
Yang bila terlambat bertemu bisa terjadi gerhana

Bagiku,
Kangen bisa diwakilkan kehadirannya
Entah lewat syair lagu
Atau sekedar sapu tanganmu yg tertinggal di kantong jaketku dulu

Dan lagu Kangen dari Ahmad Dhani pun
Hanya menuliskan kata rindu dalam bait bait lagumya
Karena lagu itu yang akan mewakili rasa kangen pada Maya, bukan sebagai penawar rindu

Tiada pengobat rindu selain bertemu
Dan rinduku hanya padamu
Entah kapan, aku tak tahu

Yang kulakukan hanya menyimpannya dalam dada
Lalu kupanjatkan dalam doa
Agar semesta membantu kita
Untuk segera berjumpa


#salambubur


Rabu, 29 April 2020

Aygatyu dan Jacooper

Aygatyu (bukan nama sebenarnya),ayam milik tetangga yg kini tinggal sementara di pekarangan belakang rumah yg saya tempati. Tepat seminggu sebelum ramadhan tiba, saya menemukannya tanpa sengaja di pojok pekarangan terhalang oleh bambu bambu bekas yg panjang dan mulai lapuk, padahal dua hari sebelumnya sang oemilik menanyakan perihal keberadaannya pada saya.maklum namanya juga Aygatyu (ayam minggat muyu)hahahahaha...

Esoknya pemilik ayam bertanya lagi tentang Aygatyu kepada saya....iya .saya yang pada saat itu sedang menikmati dinginnya pagi dengan semangkok bubur ayam lengkap dengan sate dan gorengan, minumnya pasti bukan teh botol sosro melainkan teh manis buatan ayang mbeb yang ngaduk gulanya sambil liat hp memantau tren hijab terupdate di sosmed dan marketplace terkemuka hahahahaha...

Kembali ke Aygatyu (nama samaran). Si ayam ternyata sedang mengerami 10 butir telur hasil hubungan tanpa  ikatan dengan pasangamnya Jacooper (jago kurang perhatian)...juga bukan nama sebenarnya hihihi...

Aygatyu dan Jacooper (dua duanya nama samaran) memang sepasang ayam hasil persilangan ayam pelung dan ayam ketawa, sehingga si jantam punya penampilan yang ok dan suara yang merdu. Seda gkan si betina  punya paha dan dada yang besar namun tetap lincah dan enerjik   ...semlohay klo kata kang iwawan kawan saya  tukang krupuk asli ciamis tapi lama tinggal di jakarta. Wkwkwkwkwkwk

Sehari sebelum pemerintah menetapkan bahwa puasa tahun ini akan dimulai pada hari jumat 24 April 2020, Aygatyu tiba tiba nongol bersama enam anaknya. Senang rasanya melihat mereka dan saya pun langsung menyampaikan kabar ini kepada sang pemilik ayam. "mbak, ayamnya sudah menetas..anaknya ada enam." .... "Alhamdulillah, yowes biar disana aja, nanti kita bagi hasil'. Jawabnya dengan sumringah.

Singkat cerita, Aygatyu dan anak anaknya kini tinggal dan tidur di pekarangan belakang rumah setiap hari entah sampai kapan hehe. Yang menarik dari peristiwa ini adalah. Ada perasaan senang ketika saya memberi makan Aygatyu dan anak anaknya, padahal saya bukan pemiliknya. Di sisi lain saya juga tidak punya rasa takut akan kehilangan mereka.,karena sadar klo mereka bukan milik saya. Apa yang saya lakukan itu karena saya pribadi suka dan senang memelihara binatang terutama ayam. Adapun soal bagi hasil ,saya tak terlalu memimirkannya, karena rasa senang saat memelihara Aygatyu dan anak anaknya sudah lebih dari cukup.

 Mungkin ini jawaban dari pertanyaan kang wawan kepada saya tentang ilmu ikhlas. Melakukan sesuatu atas dasar senang (kasih sayang) tanpa berharap apapun dari apa yang dilakukan. Bagi umat islam biasanya ditandai dengan membaca Basmalah setiap mengawali sebuah perbuatan. 

Mengucapkan Basmalah sebelum melakukan sesuatu, berarti ingin melakukan sesuatu atas dasar suka (kasih sayang). Dan tentunya menyertakan Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dalam niatnya, karena semua tak akan terjadi tanpa kehendak-Nya. Ikhlas cenderung sering dikaitkan dengan sikap tulus saat memberi sesuatu pada sesama mahluk, padahal ikhlas mencakup semua niat dan sikap dalam tingkah laku manusia.

Aygatyu sedang sibuk mencoker coker tanah mencari cacing untuk anak anaknya saat tulisan ini dibuat. Dan Jacooper entah dimana wujudnya, yang kudengar hanya suara merdunya tadi pagi saat rembulan perlahan meninggalkan malam dan matahari bersiap menjemput pagi.

Smoga bermanfaat,
Kotagede, 30 April 2020

#salambubur

Minggu, 26 April 2020

surat dari ayah (sebuah puisi)

Surat dari Ayah


Anakku,
Jangan kau mencariku dalam gelapnya malam
Aku tak punya terang seperti bintang
Kau bisa kubelikan jajan 
tapi tak bisa kujanjikan akan indahnya masa depan
Tak perlu lelahku kau pikirkan
Karena itu sudah menjadi kewajiban

Temui saja aku 
Diantara tetesan keringat para pekerja
Dalam goresan luka para pejuang
Di butiran air mata duka dan kepedihan

Temui saja aku
Di atas panggung para juara
Dalam goresan tinta para cendikia
Di butiran air mata haru dan bahagia

Tempat yang pantas untuk kita bertemu nanti
Ayah yang menyiapkan 
Tapi kamu yang pilihkan
Dan Tuhan yang menentukan

Jadilah anak yang cerdas juga beriman
Banyak teman dan dekat dengan Tuhan
Jalan yang harus kau lalui tak selamanya nyaman
Kesuksesan butuh rintangan dan cobaan

Hingga saatnya nanti
Kau temui aku
Dalam bait bait doa anak yang sholeh

...........

Jogja 24 April 2020

*ditengahpandemicovid-19


Minggu, 19 April 2020

Mr.Erdogan dan Ayahnya (kisah inspiratif)



Presiden Turkey Erdogan berkata:

Ketika saya masih kecil, saya sangat egois, selalu mengambil yang terbaik untuk diri saya sendiri. Perlahan-lahan, semua orang meninggalkan saya dan saya tidak punya teman. Saya tidak berpikir itu salah saya tetapi saya mengkritik dan menyalahkan orang lain.

Ayah saya memberi saya 3 kalimat dan beberapa pilihan untuk membantu saya dalam hidup.

Suatu hari, ayah saya memasak dua mangkuk mie dan meletakkan dua mangkuk di atas meja. Satu mangkuk disajikan dengan satu telur di bagian atas mie dan mangkuk lainnya tidak memiliki telur di atasnya. 

Ayah berkata, *Anakku, silahkan kamu pilih. Mangkuk mana yang kamu inginkan*. (Telur sulit didapat saat itu). Hanya bisa makan telur selama Festival Tahun Baru Islam. Tentu saja saya memilih mangkuk dengan telur.. Saat kami mulai makan. Saya mengucapkan selamat kepada diri saya sendiri atas pilihan & keputusan cerdas yang saya lakukan dan mendapatkan telur itu. Lalu saya terkejut ketika ayahku makan mie bersamaku, ternyata ada dua telur di bawah mangkuknya, tersembunyi di bagian bawah mie. Saya sangat menyesal.. memarahi diriku sendiri karena terlalu terburu-buru dalam keputusanku. Ayah saya tersenyum dan iba kepada saya, 

*ANAKKU KAMU HARUS INGAT APA YANG DILIHAT MATAMU MUNGKIN TIDAK BENAR*.
*JIKA KAMU BERNIAT MENGAMBIL KEUNTUNGAN DARI ORANG LAIN, KAMU AKAN BERAKHIR DENGAN KEKALAHAN*.

Keesokan harinya, ayah saya kembali memasak dua mangkuk mie..satu mangkuk dengan telur di atasnya dan mangkuk lainnya tanpa telur di atasnya. Sekali lagi, dia meletakkan dua mangkuk di atas meja dan berkata kepada saya, *Anakku..Silahkan kamu pilih. Mangkuk mana yang kamu inginkan*..Kali ini saya lebih pintar. Saya memilih mangkuk tanpa telur di atasnya. Yang mengejutkan saya, saat saya memisahkan mie di atas, tidak ada satu pun telur di dasar mangkuk..Sekali lagi ayah saya tersenyum dan berkata kepada saya...

*ANAKKU, KAMU TIDAK HARUS SELALU BERGANTUNG PADA PENGALAMAN KARENA TERKADANG HIDUP DAPAT MENGECOHMU ATAU MENIPUMU, TETAPI KAMU TIDAK BOLEH TERLALU JENGKEL ATAU BERSEDIH, INI HANYA SEBAGAI PENGETAHUAN YANG KAMU DAPAT  SEBAGAI PROSES PEMBELAJARANMU. DAN KAMU TIDAK AKAN MENDAPATKAN PELAJARAN SEMACAM INI  DARI  BUKU,SEKOLAH MAUPUN DI BANGKU KULIAHMU*.

Hari ketiga, ayah saya lagi memasak dua mangkuk mie lagi, satu mangkuk dengan telur di atas dan mangkuk lainnya tanpa telur di atasnya.. Ayahku meletakkan dua mangkuk di atas meja dan kembali berkata kepadaku.. *Anakku...Silahkan kamu pilih. Mangkuk mana yang kamu inginkan*. Kali ini, aku memberi tahu ayahku, *Ayah yg pilih dulu. Ayah adalah kepala keluarga dan berkonstribusi paling banyak kepada keluarga* lalu Ayah saya tidak menolak dan memilih mangkuk dengan satu telur di atasnya. Saat saya makan semangkuk mie saya, di hati saya berkata pasti tidak ada telur di dalam mangkuk. Yang mengejutkan saya.. Ada dua telur di dasar mangkuk. Ayah saya tersenyum kepada saya dengan cinta di matanya..

*ANAKKU, KAMU HARUS INGAT.. KETIKA KAMU BERFIKIR UNTUK KEBAIKAN ORANG LAIN, MAKA HAL-HAL BAIK AKAN SELALU TERJADI PADA DIRIMU*.

Saya selalu ingat tiga kalimat nasehat ayah saya dan hidupku selalu melakukan sesuai nasihatnya. 
Dan Alhamdulillah saya bisa sukses.


Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat..

*Selamat beraktivitas di rumah*
*DIRUMAH SAJA JANGAN KELUAR*

Kamis, 19 Maret 2020

CORONA DAN TUHAN

*TUHAN MENGAJAR MELALUI CORONA*

*Vatikan sepi.*
*Yerusalem sunyi.*
*Tembok Ratapan dipagari.*
*Paskah tak pasti.*
*Kabbah ditutup.*
*Shalat Jumat dirumahkan.*
*Umroh batal.*
*Shalat Tarawih Ramadhan mungkin juga bakal sepi.*

*Corona datang*
*Seolah-olah membawa pesan bahwa ritual itu rapuh!*
*Bahwa "hura-hura" atas nama Tuhan itu semu.*
*Bahwa simbol dan upacara itu banyak yang hanya menjadi topeng dan komoditi dagangan saja.*

*Ketika Corona datang,*
 dipaksa mencari Tuhan.*
*Bukan di Basilika Santo Petrus.*
*Bukan di Kabbah.*
*Bukan di dalam gereja.*
*Bukan di masjid.*
*Bukan di mimbar khotbah.*
*Bukan di majels taklim.*
*Bukan dalam misa Minggu.*
*Bukan dalam sholat Jumat.*

*Melainkan,*
*Pada kesendirianmu.*
*Pada mulutmu yang terkunci.*
*Pada hakikat yang senyap.*
*Pada keheningan yang bermakna.*

*Corona mengajarimu,*
*Tuhan itu bukan (melulu) pada keramaian.*
*Tuhan itu bukan (melulu) pada ritual.*
*Tuhan itu ada pada jalan keputus-asaanmu dengan dunia yang berpenyakit.*

*Corona memurnikan agama*
*Bahwa tak ada yang boleh tersisa.*
*Kecuali Tuhan itu sendiri!*
*Tidak ada lagi indoktrinasi yang menjajah nalar.*
*Tidak ada lagi sorak sorai memperdagangkan nama Tuhan.*

*Datangi, temui dan kenali DIA di dalam relung jiwa dan hati nuranimu sendiri.*
*Temukan Dia di saat yang teduh dimana engkau hanya sendiri bersamaNya.*

*Sesungguhnya Kerajaan Tuhan ada dalam dirimu.*
*Qalbun mukmin baitullah.*
*Hati orang yang beriman adalah rumah Tuhan.*

*Biarlah hanya Tuhan yang ada.*
*Biarlah hanya nuranimu yang bicara.*
*Biarlah para pedagang, makelar, politikus dan para penjual agama disadarkan oleh Tuhan melalui kejadian ini.*
*Semoga kita bisa belajar dan mengambil hikmah dari kejadian ini.*

*Rahayu sagung dumadi.......*