Tampilkan postingan dengan label tokoh inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh inspiratif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2020

BUYA HAMKA

*MUTIARA HIKMAH* 
๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป.
*BUYA HAMKA, HIKMAH DI BALIK PENJARA*

"Presiden Soekarno pernah 'menyerang' ulama besar di masanya, Buya Hamka. Bersama Mohammad Yamin, Soekarno melalui headline beberapa media cetak asuhan Pramoedya Ananta Toer melakukan pembunuhan karakter atas diri Hamka, namun tak sedikit pun fokus Hamka bergeser dalam menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar. Sebab terlalu kuatnya karakter Hamka, di tahun 1964, Soekarno tak sungkan-sungkan menjebloskan ulama besar asal Minangkabau ini ke dalam penjara tanpa melewati persidangan. 

2 tahun 4 bulan lamanya Hamka dipenjara, apakah lantas ia bersedih, mendendam dan mengutuk-ngutuk betapa jahatnya Soekarno padanya? 

Tidak! Hamka justru bersyukur bisa masuk penjara. Di dalam terali besi itu ia punya waktu yang banyak untuk menyelesaikan 30 juz Tafsir Alqur'an yang dikenal dengan Tafsir Al-Azhar. 

Lantas, bagaimana dengan ketiga tokoh tadi? Pramoedya, Mohammad Yamin dan Soekarno?

Ternyata Allah masih sayang pada mereka, Pramoedya, Mohammad Yamin dan Soekarno. Kekejian mereka pada Buya Hamka tidak harus diselesaikan di akhirat. Allah mengizinkan masalah ini diselesaikan di dunia. 

Di usia senja, Pramoedya mengakui kesalahannya di masa lalu. Ia mengirim putrinya, Astuti dengan calon suaminya, Daniel yang mualaf untuk belajar Islam pada Hamka sebelum mereka menjadi suami istri. Apakah Hamka menolak? Tidak! Justru dengan hati yang sangat lapang Hamka mengajarkan ilmu agama pada anak dan calon menantu Pramoedya tanpa sedikit pun mengungkit-ungkit kekejaman Pramoedya. Astuti, anak perempuan Pramoedya pun menangis haru melihat kebesaran hati ulama besar ini. Hamka juga yang menjadi saksi atas pernikahan anak Pramoedya. 

Saat Mohammad Yamin sakit keras, ia meminta orang terdekatnya untuk memanggil Hamka. Dengan segala kerendahan hati dan penyesalannya pada ulama besar ini, Mohammad Yamin meminta maaf atas segala kesalahannya. Dalam kesempatan nafas terakhirnya, tokoh besar Indonesia, Mohammad Yamin pun meninggal dunia dengan ucapan kalimat-kalimat tauhid yang dituntun oleh Hamka. 

Begitu juga dengan Soekarno, Hamka justru berterima kasih dengan hadiah penjara yang diberikan padanya karena berhasil menulis buku yang menjadi dasar umat Islam dalam menafsirkan Alqur'an. Tak ada marah, tak ada dendam, ia malah merindukan tokoh besar Indonesia, proklamator bangsa karena telah membuat ujian hidup sang Buya menjadi semakin berliku namun sangat indah. Hamka ingin berterima kasih untuk itu semua. Tanggal 16 Juni 1970, seorang ajudan Soekarno datang ke rumah Hamka membawa secarik kertas bertuliskan pendek; 

“Bila aku mati kelak, aku minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku.”

Hamka langsung bertanya pada sang ajudan, "Di mana? Di mana beliau sekarang?" Dengan pelan dijawab, "Bapak sudah wafat di RSPAD, jenazahnya sedang dibawa ke Wisma Yoso."

Mata sang Buya menjadi sayu dan berkaca-kaca. Rasa rindunya ingin bertemu dengan tokoh besar negeri ini malah berhadapan dengan tubuh yang kaku tanpa bisa berbicara. Hanya keikhlasan dan pemberian maaf yang bisa diberikan Hamka pada Soekarno. Untaian doa yang lembut dan tulus dipanjatkannya saat menjadi Imam Shalat Jenazah Presiden Pertama Indonesia. 

Kemudian Buya Hamka dipercaya sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia yang pertama kali, 26 Juli 1975 hingga tahun 1981. Buya Hamka mendapat gelar doktor honoris causa dari Universitas Al Azhar Mesir dan Universitas Nasional Malaysia, dan memperoleh gelar guru besar / Profesor dari Universitas Prof.Dr. Mustopo di Jakarta. 

Karya tulis Buya Hamka lebih dari 75 buku, dan magnum opusnya adalah Tafsir Al Azhar sejumlah 30 jilid. Kitab/ buku Tafsir tafsir yang bagus, bermutu  dan luas penafsirannya. Juga menulis buku / khitab : Khatibul Ummah ( bahasa arab 3 jilid), Sejarah Umat Islam, Pembela Islam ( Tarikh Sayidina Abubakar Asshidiq),  Pribadi Hebat, Adat Minangkabau dan Agama Islam, Tasawuf Modern, Arkanul Islam,  Falsafah Hidup, Revolusi Agama, Islam dan Demokrasi, Negara Islam,   Pedoman Muballigh Islam, Kenang-kenangan Hidup,  Pelajaran Agama Islam, Pandangan hidup Muslim, Falsafah hidip, Pedoman Hidup, Ghirah: Cemburu karena Allah, Dibawah lindungan Kakbah,  Ayahku, Perkembangan Tasawuf dari Abad ke Abad, Sayyid Jamaludin Al Afghani, Ekspansi Idiologi ( Al ghaswul Fikri),  Kedudukan Perempuan Dalam Islam, Falsafah Idiologi Islam, Lembaga Hikmat, Lembaga Hidup,  Doa-Doa Rasulullah Saw, Pengaruh ajaran Muhammad Abduh di Indonesia ( Pidato di Kairo Mesir 1958). Untuk Doktor Honoris Causa di Universitas Al Azhar Mesir. Dll.

Buya Hamka lahir di Desa  kampung Molek, Maninjau Sumatera Barat, 17 Februari 1908 dan Wafat 24 Juli 1981 di Jakarta.

Terima kasih Buya, atas pembelajaran kehidupan dari cerita hidupmu...

Semoga bermanfaat. Aamiin.

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

Minggu, 19 April 2020

Mr.Erdogan dan Ayahnya (kisah inspiratif)



Presiden Turkey Erdogan berkata:

Ketika saya masih kecil, saya sangat egois, selalu mengambil yang terbaik untuk diri saya sendiri. Perlahan-lahan, semua orang meninggalkan saya dan saya tidak punya teman. Saya tidak berpikir itu salah saya tetapi saya mengkritik dan menyalahkan orang lain.

Ayah saya memberi saya 3 kalimat dan beberapa pilihan untuk membantu saya dalam hidup.

Suatu hari, ayah saya memasak dua mangkuk mie dan meletakkan dua mangkuk di atas meja. Satu mangkuk disajikan dengan satu telur di bagian atas mie dan mangkuk lainnya tidak memiliki telur di atasnya. 

Ayah berkata, *Anakku, silahkan kamu pilih. Mangkuk mana yang kamu inginkan*. (Telur sulit didapat saat itu). Hanya bisa makan telur selama Festival Tahun Baru Islam. Tentu saja saya memilih mangkuk dengan telur.. Saat kami mulai makan. Saya mengucapkan selamat kepada diri saya sendiri atas pilihan & keputusan cerdas yang saya lakukan dan mendapatkan telur itu. Lalu saya terkejut ketika ayahku makan mie bersamaku, ternyata ada dua telur di bawah mangkuknya, tersembunyi di bagian bawah mie. Saya sangat menyesal.. memarahi diriku sendiri karena terlalu terburu-buru dalam keputusanku. Ayah saya tersenyum dan iba kepada saya, 

*ANAKKU KAMU HARUS INGAT APA YANG DILIHAT MATAMU MUNGKIN TIDAK BENAR*.
*JIKA KAMU BERNIAT MENGAMBIL KEUNTUNGAN DARI ORANG LAIN, KAMU AKAN BERAKHIR DENGAN KEKALAHAN*.

Keesokan harinya, ayah saya kembali memasak dua mangkuk mie..satu mangkuk dengan telur di atasnya dan mangkuk lainnya tanpa telur di atasnya. Sekali lagi, dia meletakkan dua mangkuk di atas meja dan berkata kepada saya, *Anakku..Silahkan kamu pilih. Mangkuk mana yang kamu inginkan*..Kali ini saya lebih pintar. Saya memilih mangkuk tanpa telur di atasnya. Yang mengejutkan saya, saat saya memisahkan mie di atas, tidak ada satu pun telur di dasar mangkuk..Sekali lagi ayah saya tersenyum dan berkata kepada saya...

*ANAKKU, KAMU TIDAK HARUS SELALU BERGANTUNG PADA PENGALAMAN KARENA TERKADANG HIDUP DAPAT MENGECOHMU ATAU MENIPUMU, TETAPI KAMU TIDAK BOLEH TERLALU JENGKEL ATAU BERSEDIH, INI HANYA SEBAGAI PENGETAHUAN YANG KAMU DAPAT  SEBAGAI PROSES PEMBELAJARANMU. DAN KAMU TIDAK AKAN MENDAPATKAN PELAJARAN SEMACAM INI  DARI  BUKU,SEKOLAH MAUPUN DI BANGKU KULIAHMU*.

Hari ketiga, ayah saya lagi memasak dua mangkuk mie lagi, satu mangkuk dengan telur di atas dan mangkuk lainnya tanpa telur di atasnya.. Ayahku meletakkan dua mangkuk di atas meja dan kembali berkata kepadaku.. *Anakku...Silahkan kamu pilih. Mangkuk mana yang kamu inginkan*. Kali ini, aku memberi tahu ayahku, *Ayah yg pilih dulu. Ayah adalah kepala keluarga dan berkonstribusi paling banyak kepada keluarga* lalu Ayah saya tidak menolak dan memilih mangkuk dengan satu telur di atasnya. Saat saya makan semangkuk mie saya, di hati saya berkata pasti tidak ada telur di dalam mangkuk. Yang mengejutkan saya.. Ada dua telur di dasar mangkuk. Ayah saya tersenyum kepada saya dengan cinta di matanya..

*ANAKKU, KAMU HARUS INGAT.. KETIKA KAMU BERFIKIR UNTUK KEBAIKAN ORANG LAIN, MAKA HAL-HAL BAIK AKAN SELALU TERJADI PADA DIRIMU*.

Saya selalu ingat tiga kalimat nasehat ayah saya dan hidupku selalu melakukan sesuai nasihatnya. 
Dan Alhamdulillah saya bisa sukses.


Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat..

*Selamat beraktivitas di rumah*
*DIRUMAH SAJA JANGAN KELUAR*

Kamis, 27 September 2018

SEMAR MESEM

*" ILMU SEMAR MESEM "*

Gareng : "Romo pernah *Dicaci-maki Seseorang?*"

Semar : "Pernah....!"

Petruk : "Pernahkah *Dimusuhi Seseorang,* Mo..?"

Semar : "Pernah....!"

Bagong : "Apa pernah *Dibenci Seseorang,* Mo?"

Semar : "Pernah....!"

Gareng : "Sampeyan juga pernah *Dihujat Seseorang,* Mo..?"

Semar : "Pernah....!"

*Petruk : "Apakah semua itu dilakukan Secara Terang²an, Mo..?"*

*Semar : "Ada yang dilakukan Secara Terang²an, Ada juga yang hanya dilakukan Secara Diam² dari belakang..."*

*Bagong : "Lantas Apa yang Romo perbuat terhadap Orang² itu..?"*

Semar : "Thole, nggรจr Anak²ku cah bagus, podo dirungokno yo..!
*Aku Tidak Balik Mencaci-maki dia, Aku pun Tidak Merasa harus Memusuhinya, Tidak Pula akan Membencinya dan aku juga Tidak Berpikir akan Membalas Hujatannya..."*

Gareng (penasaran) : "Kenapa bisa demikian, Mo..?"

*Semar (sambil membetulkan duduknya) : "Itu karena Pikiran serta Hatiku Tidak Terfokus pada...*
*Siapa yang Mencaci-maki,*
*Siapa yang Memusuhi,*
*Siapa yang Membenci dan*
*Siapa yang Menghujat.*

*Pikiran dan Hati ku hanya Terfokus pada...,*
*Siapa yang Menggerakkan Lidah mereka Sehingga Mencaci-maki aku,*
*Siapa yang Menggerakkan Jiwa nya Sehingga Memusuhi aku,*
*Siapa yang Menggerakkan Hati nya Sehingga Membenci aku dan*
*Siapa yang Menggerakkan Pikiran nya Sehingga membuat Mulut nya Menghujat aku..."*

*Petruk : "Dia itu Siapa, Mo..?"*

*Semar : "DIA-lah GUSTI ALLAH YANG MAHA PENCIPTA.*
*DIA-lah SEBAGAI MAHA YANG BERKUASA Atas Segala Sesuatu Yang Sudah, Yang Belum, Yang Sedang dan Yang Akan Terjadi.*

*Ya Hanya DIA-lah Satu²nya yang memberi Kemampuan dan Kekuatan pada Orang² itu Sehingga*...
*Lidahnya bisa Mencaci-maki,*
*Jiwanya bisa Memusuhi,*
*Pikirannya bisa Membenci dan...*
*Bibirnya bisa Menghujat Diri ini.*
*Tanpa-NYA Tentu Mustahil bisa Terjadi.*

*Sehingga aku Beranggapan, Sebenarnya Cacian, Kebencian, Permusuhan​ dan Hujatan itu Sengaja Dihadirkan GUSTI ALLAH Agar...*
*Jiwaku Menjadi KUAT Melewati RINTANGAN Dan...*
*Hati ku Menjadi HEBAT Tatkala Menghadapi UJIAN.*

*_Jadi, adalah SALAH BESAR jika aku Menyalahkan Orang² itu Apalagi Membalasnya._* *_Oh... Bagiku itu tidak perlu, bahkan aku Berkeyakinan bahwa Segala Sesuatu yang Terjadi pada Kehidupan ini Tidak Mungkin Terjadi Secara Tiba², Semua Sudah Diatur Sedemikian Rupa olehNYA,_*

*_Maka Apapun Kenyataan yang aku Terima kemarin, Hari ini atau Suatu Hari nanti, Tidak ada Kata Sia², bahkan Dibalik Semua itu, pasti ada Hikmah Terbaik yang bisa merubah Kehidupanku agar menjadi Lebih Baik dari Sebelumnya._*
*_Karena aku tahu, Sesungguhnya GUSTI ALLAH itu MAHA BAIK._*

*Anak²ku, Kowe kabeh...,*
*Jangan Terpengaruh kalau Dihina.*
*Jangan Hati Melambung kalau Dipuji.*

*Tidak Penting Dianggap Baik,*
*Yang Penting Terus Belajarlah Menjadi Orang Yang Baik dan Bertanggung Jawab.*

 ๐Ÿ‘†๐Ÿป
*Itulah Sekilas Tentang Ilmu "Semar Mesem"  Yang semoga kita bisa mempraktekkannya walaupun Sulit....*

*Monggo bebarengan podo lilonan, umur kito sakbendino soyo sudo...., kudune soyo sabar, soyo arif lan bijaksana tutur pekertine...๐Ÿ™๐Ÿ™*

Rabu, 31 Januari 2018

Hujan

PEKAN LALU, SAYA BERJALAN KAKI SEKITAR 200 METER DI KOMPLEK DAAR EL QOLAM 3 IKUT IRING-IRINGAN LAINNYA MENUJU RUANG SARESEHAN INTERNASIONAL.

LANGIT TAMPAK SEMAKIN GELAP.

SESUDAH PARA NARASUMBER DUDUK DI PANGGUNG DAN KURSI RUANGAN UNTUK 7000 ORANG ITU TERISI, HUJAN LEBAT PUN TURUN.

Jadi, kini saya sudah saksikan langsung ilmu almarhum kyai Rifa'i yang katanya punya doa berikut cara memindahkan atau menunda hujan. Informasi ini sebagaimana saya peroleh saat bertemu dengan salah seorang murid beliau, Kyai Ahmad Nawasi di rumahnya di Menes, Pandeglang, tahun 2011. Menurutnya, sekian kali pernah di Komplek Daar el Qolam tidak hujan, tapi di sekitarnya hujan.

Dengan, demikian apa yang saya saksikan pekan lalu, mungkin ilmu menunda atau memindahkan hujan itu selain oleh Kyai Rifai diturunkan kepada Kyai Ahmad Nawasi juga ke murid2 lainnya di Daar el Qolam.

Doa dan tata cara memindahkan dan menunda hujan ini, mungkin hasil pemahaman terhadap hadits Rasulullah saw. Semasa hidupnya sebagaimana diterangkan dalam Sahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Anas, beliau pernah berdo’a:

اللهم حوالينا ولا علينا اللهم على الأكام والظراب وبطون الأودية ومنابت الشجر

Allahumma hawalayna wa la ‘alayna, Allahumma alal akami wad thirobi, wa buthunil audiyyati wa manabitis syajari

Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, dan jangan turunkan kepada kami untuk merusak kami.  Ya Allah turunkanlah hujan di dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.

Wallahu a'lam bis showab

*Copas
Tulisan ust.Norman kholis
Alumni Daar el Qolam