Minggu, 07 Juni 2020
BUYA HAMKA
Minggu, 19 April 2020
Mr.Erdogan dan Ayahnya (kisah inspiratif)
Kamis, 27 September 2018
SEMAR MESEM
Gareng : "Romo pernah *Dicaci-maki Seseorang?*"
Semar : "Pernah....!"
Petruk : "Pernahkah *Dimusuhi Seseorang,* Mo..?"
Semar : "Pernah....!"
Bagong : "Apa pernah *Dibenci Seseorang,* Mo?"
Semar : "Pernah....!"
Gareng : "Sampeyan juga pernah *Dihujat Seseorang,* Mo..?"
Semar : "Pernah....!"
*Petruk : "Apakah semua itu dilakukan Secara Terang²an, Mo..?"*
*Semar : "Ada yang dilakukan Secara Terang²an, Ada juga yang hanya dilakukan Secara Diam² dari belakang..."*
*Bagong : "Lantas Apa yang Romo perbuat terhadap Orang² itu..?"*
Semar : "Thole, nggรจr Anak²ku cah bagus, podo dirungokno yo..!
*Aku Tidak Balik Mencaci-maki dia, Aku pun Tidak Merasa harus Memusuhinya, Tidak Pula akan Membencinya dan aku juga Tidak Berpikir akan Membalas Hujatannya..."*
Gareng (penasaran) : "Kenapa bisa demikian, Mo..?"
*Semar (sambil membetulkan duduknya) : "Itu karena Pikiran serta Hatiku Tidak Terfokus pada...*
*Siapa yang Mencaci-maki,*
*Siapa yang Memusuhi,*
*Siapa yang Membenci dan*
*Siapa yang Menghujat.*
*Pikiran dan Hati ku hanya Terfokus pada...,*
*Siapa yang Menggerakkan Lidah mereka Sehingga Mencaci-maki aku,*
*Siapa yang Menggerakkan Jiwa nya Sehingga Memusuhi aku,*
*Siapa yang Menggerakkan Hati nya Sehingga Membenci aku dan*
*Siapa yang Menggerakkan Pikiran nya Sehingga membuat Mulut nya Menghujat aku..."*
*Petruk : "Dia itu Siapa, Mo..?"*
*Semar : "DIA-lah GUSTI ALLAH YANG MAHA PENCIPTA.*
*DIA-lah SEBAGAI MAHA YANG BERKUASA Atas Segala Sesuatu Yang Sudah, Yang Belum, Yang Sedang dan Yang Akan Terjadi.*
*Ya Hanya DIA-lah Satu²nya yang memberi Kemampuan dan Kekuatan pada Orang² itu Sehingga*...
*Lidahnya bisa Mencaci-maki,*
*Jiwanya bisa Memusuhi,*
*Pikirannya bisa Membenci dan...*
*Bibirnya bisa Menghujat Diri ini.*
*Tanpa-NYA Tentu Mustahil bisa Terjadi.*
*Sehingga aku Beranggapan, Sebenarnya Cacian, Kebencian, Permusuhan dan Hujatan itu Sengaja Dihadirkan GUSTI ALLAH Agar...*
*Jiwaku Menjadi KUAT Melewati RINTANGAN Dan...*
*Hati ku Menjadi HEBAT Tatkala Menghadapi UJIAN.*
*_Jadi, adalah SALAH BESAR jika aku Menyalahkan Orang² itu Apalagi Membalasnya._* *_Oh... Bagiku itu tidak perlu, bahkan aku Berkeyakinan bahwa Segala Sesuatu yang Terjadi pada Kehidupan ini Tidak Mungkin Terjadi Secara Tiba², Semua Sudah Diatur Sedemikian Rupa olehNYA,_*
*_Maka Apapun Kenyataan yang aku Terima kemarin, Hari ini atau Suatu Hari nanti, Tidak ada Kata Sia², bahkan Dibalik Semua itu, pasti ada Hikmah Terbaik yang bisa merubah Kehidupanku agar menjadi Lebih Baik dari Sebelumnya._*
*_Karena aku tahu, Sesungguhnya GUSTI ALLAH itu MAHA BAIK._*
*Anak²ku, Kowe kabeh...,*
*Jangan Terpengaruh kalau Dihina.*
*Jangan Hati Melambung kalau Dipuji.*
*Tidak Penting Dianggap Baik,*
*Yang Penting Terus Belajarlah Menjadi Orang Yang Baik dan Bertanggung Jawab.*
๐๐ป
*Itulah Sekilas Tentang Ilmu "Semar Mesem" Yang semoga kita bisa mempraktekkannya walaupun Sulit....*
*Monggo bebarengan podo lilonan, umur kito sakbendino soyo sudo...., kudune soyo sabar, soyo arif lan bijaksana tutur pekertine...๐๐*
Rabu, 31 Januari 2018
Hujan
PEKAN LALU, SAYA BERJALAN KAKI SEKITAR 200 METER DI KOMPLEK DAAR EL QOLAM 3 IKUT IRING-IRINGAN LAINNYA MENUJU RUANG SARESEHAN INTERNASIONAL.
LANGIT TAMPAK SEMAKIN GELAP.
SESUDAH PARA NARASUMBER DUDUK DI PANGGUNG DAN KURSI RUANGAN UNTUK 7000 ORANG ITU TERISI, HUJAN LEBAT PUN TURUN.
Jadi, kini saya sudah saksikan langsung ilmu almarhum kyai Rifa'i yang katanya punya doa berikut cara memindahkan atau menunda hujan. Informasi ini sebagaimana saya peroleh saat bertemu dengan salah seorang murid beliau, Kyai Ahmad Nawasi di rumahnya di Menes, Pandeglang, tahun 2011. Menurutnya, sekian kali pernah di Komplek Daar el Qolam tidak hujan, tapi di sekitarnya hujan.
Dengan, demikian apa yang saya saksikan pekan lalu, mungkin ilmu menunda atau memindahkan hujan itu selain oleh Kyai Rifai diturunkan kepada Kyai Ahmad Nawasi juga ke murid2 lainnya di Daar el Qolam.
Doa dan tata cara memindahkan dan menunda hujan ini, mungkin hasil pemahaman terhadap hadits Rasulullah saw. Semasa hidupnya sebagaimana diterangkan dalam Sahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Anas, beliau pernah berdo’a:
اللهم حوالينا ولا علينا اللهم على الأكام والظراب وبطون الأودية ومنابت الشجر
Allahumma hawalayna wa la ‘alayna, Allahumma alal akami wad thirobi, wa buthunil audiyyati wa manabitis syajari
Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, dan jangan turunkan kepada kami untuk merusak kami. Ya Allah turunkanlah hujan di dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.
Wallahu a'lam bis showab
*Copas
Tulisan ust.Norman kholis
Alumni Daar el Qolam