Selasa, 02 Juni 2020

siapa nama istri nabi Ayub ?

Pak Heri adalah ketua takmir di sebuah masjid yang terletak tidak jauh dari terminal Giwangan di Jogjakarta,. Pada satu kesempatan seorang ustadz yng ditugaskan untuk memgisi kultum usai shalat isya sebelum dilaksanakan shalat tarawih mendadak berhalangan hadir, dengan agak sedikit bingung karena tak ada persiapan untuk mengisi kultum pak Heri pun berdiri dan melangkah menuju mimbar.

Memang bukan kali ini saja beliau menjadi pengganti dadakan dari para ustadsz yang bertugas mengisi kultum namun berhalangam hadir, tapi untu kali ini terlihat agak sedikit kebingungan.

Jamaah yang ada tak terlalu banyak, mungkin karena hari itu adalah tarawih hari kesembilan belas alias memasuki minggu ketiga bulan puasa. Kebanyakan yang hadir adalah para orang tua yang terlihat mengantuk hehe. Singkat kata, pak Heri mengangkat tema tentang kisah kesabaran Nabi Ayub alaihi salam. Karena menurutnya hampir semua pengisi kultum bertemakan puasa dan yang berhubungan dengan ramadhan.

Diawali dengan menceritakan kegagahan dan kondisi nabi Ayub muda, yang kaya dan sehat sentosa, pak Heri begitu bersemangat dan lancar, meskilun hanya sebagian jamaah saja yang serius mendengarkan, karena sisanya asyik dengan rasa kantuk yang memuncak. Bahkan bapak yang duduk disebelah saya sampai gak sadar klo pecinya terjatuh karena nikmatnya angguk angguk menahan kantuk wkwkwkwk.

Sampai tiba ke dalam kisah dimana nabi Ayub mulai diuji oleh Allah dengan kemiskinan dan menderita penyakit kulit yang mengeluarkan aroma tak sedap. Perlahan orang orang terdekatnya mulai menjauh, kecuali satu istrinya yang dengan sabar mendampingi dan merawat nabi Ayub  melewati cobaan dan ujian ini.

'Jamaah ada yang tahu siapa istri nabi Ayub yang sabar ini???' tanya pak Heri ditengah kultum. Tak ada jawaban dari jamaah, pak Heri pun mengulang pertanyaan dengan suara lebih keras. 'Gimana? Ada jamaah yang tahu...siapa nama istri nabi Ayub yang paing sabaaar???" sebagian jamaah mulai mengangkat tegak kepalanya pertanda menyimak lebih dalam, dan yang tidur pun terbangun karena suara pak Heri memang terdengar lumayan lantang hahaha. Tapi tetap saja tak ada jawaban dari jamaah yang hadir. Pak Heri mengulang sekali lagi pertanyaannya "bagaimana, ada yang tahu nama istri nabi Ayub yang paling sabar?...suara pak Heri tak sekeras sebelumnya memang tapi cukup membuat para jamaah saling pandang karena ga ada satu pun yang tahu jawabannya. Termasuk juga saya qiqiiqiiqiqi. Tanpa menunggu lama pak Heri melanjutkan kultumya ..." baiklah kalo memang tidak ada yang tahu , kita sebut saja istrinya itu Bu.Ayub !!! @$##$$ " . Sontak semua jamaah pun tertawa hahahahahaha

Pak Heri melanjutkan kultumnya sambil terus tersenyum sampai selesai.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

#salambubur

Senin, 01 Juni 2020

sedekah baju Rasulullah

RENUNGAN MALAM

Alkisah seorang Pengemis Mengetuk pintu Rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pengemis itu berkata: "saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullih."

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Wahai Aisyah berikan baju itu kepada pengemis itu".

Sayyidah Aisyah pun melaksanakan perintah Rasulullohu shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar: 
"Siapa yang mau membeli baju Rasulullah? ".

Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya.

Kemudian ada seorang kaya namun buta yang mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya:
 “jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka”. 

Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi.

Alangkah gembiranya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu, orang buta tersebut kemudian berdoa dan berkata: 
“Yaa Rabb dengan hak Rasulullah dan berkat baju yg suci ini, kembalikanlah pandanganku... ".

Masyaa Allah...
dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali.

Keesokan harinya, iapun pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan penuh gembira dan berkata: "Wahai Rasulullah... pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju anda sebagai hadiah dariku.. ".

Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya, padahal biasanya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam jarang sekali tertawa... 

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Sayyidah Aisyah: "Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan izin dan berkahNya, ia telah mengkayakan orang yang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita."

Masya Allah ...

Al-Imam as-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala shadaqoh itu ada 5 macam:
" Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori :

1) Satu dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani.

2) Satu dibalas sembilan puluh (1:90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu.

3) Satu dibalas sembilan ratus (1:900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan.

4) Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orangtua.

5) Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yg alim atau ahli fiqih.

[Kitab Bughyatul Musytarsyidin].

Wallahu a'lam bish-shawab..

Semoga Allah Ta'ala mendekatkan kita hari ini dengan segala kebaikan yang ada di dalamnya dan memudahkan kita untuk bermurah hati, suka bersedekah dengan ikhlas.

Jumat, 22 Mei 2020

KISAH SEPOTONG ROTI

Kisah sepotong roti..

Dahulu..
ada seorang lelaki yang beribadah selama 60 tahun lamanya..
lalu ia terfitnah oleh seorang wanita..
dan berzina dengannya selama enam hari..
lalu ia sadar dan bertaubat..
ia pun pergi meninggalkan tempat ibadahnya..
lalu ia singgah di sebuah masjid..
dan tinggal di sana selama tiga hari tak ada makanan..
suatu ketika, ada orang yang memberinya roti..
ketika ia hendak memakannya..
ia melihat dua orang yang amat membutuhkan..
ia pun memotong roti..
dan memberikannya kepada keduanya..
sementara ia tak makan..
maka Allah memerintahkan malaikat untuk menimbang..
antara amalannya selama 60 tahun dan zinanya selama 6 hari..
ternyata lebih berat zina selama 6 hari..
lalu Allah memerintahkan menimbang zinanya 6 hari dengan dua potong roti..
ternyata lebih berat dua potong roti
diriwayatkan oleh Nadlr bin Syumail dari perkataan ibnu Mas'ud..
dan ibnu Abu Nuaim meriwayatkan juga kisah yang sama dari Abu Musa Al Asy'ari dengan sanad yang shahih..

lihatlah..
ibadah 60 puluh tahun dikalahkan oleh zina 6 hari..
tidakkah menjadi takut hati kita untuk berbuat maksiat..

lihat juga..
ternyata berinfak di saat kita butuh..
melebihi ibadah selama 60 tahun..
namun..
itu tak mudah..
karena jiwa amat mencintai harta..
kecuali orang yang Allah berikan kekuatan padanya..

Rabu, 13 Mei 2020

sedekah untuk saudara

*MANA YANG LEBIH UTAMA:*
_"Sedekah Kepada Orang Miskin atau Pada Karib Kerabat?"_

*Karib Kerabat* adalah semua orang yang mempunyai hubungan darah dengan kita mulai dari Ibu, Bapak, Saudara Kandung, Paman, Bibi, Keponakan, Saudara Sepupu, dan Cucu .

Pertanyaan di atas mungkin dirasa sepele, namun kenyataannya, *banyak orang muslim yang belum tau* dan lebih *memilih untuk bersedekah kepada fakir miskin daripada bersedekah kepada keluarga atau kerabatnya sendiri*.

Padahal, setiap perintah sedekah dan infak di dalam kitab suci Al-Qur’an, *selalu yang pertama kali disebutkan adalah karib kerabat*.

*Seperti yang termaktub dalam ayat berikut ini*:

*وءاتى المال على حبه ذوى القربى*

*“…dan memberikan harta yang ia cintai kepada karib-kerabat…..”*
(QS. Al Baqarah 177)

*وءات ذى القربى حقه والمسكين*

*“...Dan berikanlah kepada karib-kerabat akan haknya dan orang miskin….”* 
(QS. Al-Isra 26)

Dan banyak lagi ayat lain yang senada dengan itu.

Jika dicermati, ada satu pesan yang sangat penting untuk kita amalkan, yaitu mendahulukan karib kerabat atau orang terdekat untuk menerima infak, sedekah, atau apapun bentuk kebaikan sebelum kita memberi kepada orang lain, kita harus perhatikan *_apakah ada di antara orang terdekat kita yang masih membutuhkan atau semua sudah makmur dan tidak perlu disantuni lagi?_*

Sangat disayangkan apabila seseorang memiliki kekayaan yang membuat ia mampu menyantuni orang lain dan sangat peduli dengan masalah sosial di lingkungannya, sehingga ia mudah memberi kepada fakir miskin, anak yatim, dan berbagai bentuk amal sosial lainnya. 
_Namun sayang beribu sayang ia sangat cuek dan pelit kepada karib kerabatnya sendiri_.

*Barangkali ia merasa pemberian kepada keluarga terdekat tidak mendapatkan pahala*.

*Padahal justru itulah yang lebih besar pahalanya di sisi Alloh*.
Oleh karena itu pemahaman yang salah ini *perlu diluruskan*.

*Sekedar contoh*: 
Tidakkah memilukan, bila seseorang tinggal di rumah yang besar bagaikan istana, sementara saudara kandungnya tinggal di rumah RSSS? (rumah sangat sederhana sekali). 

Tidakkah kita mengangkat alis bila seseorang mempunyai kekayaan besar, turun dari satu mobil mewah dengan dibukakan pintu oleh para ajudan, berpindah dari satu gedung mewah ke gedung mewah berikutnya, namun saudara kandungnya menjadi kuli yang siap diperintah-perintah dengan suara tinggi sambil diacungi telunjuk kiri dan wajahnya penuh ketakutan dengan kepala tertunduk serta badan yang membungkuk?

*Ingatlah*.. 
Rasululloh SAW bersabda:

*...يا أمة محمد، والذي بعثني بالحق لا يقبل الله صدقة من رجل وله قرابة محتاجون إلى صلته ويصرفها إلى غيرهم. والذي نفسي بيده، لا ينظر الله إليه يوم القيامة*

_“…Wahai ummat Muhammad, demi Alloh yang telah mengutusku dengan kebenaran, *Alloh tidak akan menerima sedekah seseorang yang mempunyai kerabat yang membutuhkan bantuannya, sementara ia memberikan sedekah atau bantuan itu kepada orang lain*. Dan demi Alloh yang jiwaku berada dalam genggamannya, Alloh tidak akan memandangnya di hari kiamat nanti”_. 
(HR. Thabrani)

Rasululloh SAW juga pernah bersabda:

*الصدقة على المسكين صدقة، وعلى القريب صدقتان، صدقة وصلة*

*_“Sedekah kepada orang miskin dinilai SATU sedekah, sedangkan kepada karib kerabat nilainya sama dengan DUA, yakni nilai sedekah dan nilai silaturrahim”_*

✍️ *Pesan penting yang sangat jelas di sini*:
_“Jika anda diizinkan oleh Alloh SWT menjadi orang yang berada, maka jadikanlah orang terdekat anda juga merasakan keberkahan yang dilebihkan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kepada anda. Jangan sampai masyarakat memuji kedermawanan anda, sementara saudara dekat dan karib kerabat anda sendiri dalam keadaan kekurangan”_. 

*Na'udzubillahi mindzalik..*

*Wallohu A’lam bishawab*

Selasa, 12 Mei 2020

Tentang ZAKAT FITRAH

🔍 *ZAKAT FITRAH*

📌 NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK DIRI SENDIRI

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺍَﻥْ ﺍُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻰْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

~NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN NAFSII 
   FARDLOL LILLAAHI TA'AALAA 

📍 Artinya :
      Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah pada diri saya sendiri, 
      fardhu karena Allah Ta'ala

📌 NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK ISTRI

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

~NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN ZAUJATII 
   FARDHOL LILLAATI TA'AALAA 

📍 Artinya :
      Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya fardhu 
      karena Allah Ta'ala

📌 NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK ANAK LAKI LAKI

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

~NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN WALADII 
   (Sebutkan Nama Anaknya) FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA 

📍 Artinya :
      Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya 
      (sebut namanya) Fardhu karena Allah Ta’ala

📌 NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK ANAK PEREMPUAN

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

~NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN BINTII 
   (Sebutkan Nama Anaknya) FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA 

📍 Artinya :
      Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak perempuan saya 
      (sebut namanya), fardhu karena Allah Ta’ala

📌 NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK DIRI SENDIRI DAN KELUARGA

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻨِّﻰْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُﻨِﻰْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

~NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'ANNII WA'AN JAMII'I MAA 
   YALZAMUNII NAFAQOOTUHUM SYAR'AN FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA 

📍 Artinya :
      Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian 
      yang saya diwajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari’at, 
      fardhu karena Allah Ta’aala.

📌 NIAT ZAKAT FITRA UNTUK ORANG YANG DIWAKILKAN

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ..…) ) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

~NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN 
   (Sebutkan nama orangnya) FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA 

📍 Artinya :
      Niat saya mengeluarkan zakat fitrah atas…. (sebut nama orangnya), 
      Fardhu karena Allah Ta’ala

📌 BACAAN DOA KETIKA MENERIMA ZAKAT

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

~AAJAROKALLAAHU FIIMAA A'THOITA WABAAROKA FIIMAA ABQOITA 
   WAJA'ALAHU LAKA THOHUURON 

📍 Artinya :
      Semoga Allah memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau 
      berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberkahimu dalam harta-harta 
      yang masih engkau sisakan dan 
      semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu

🕘 " WAKTU MENGELUARKAN ZAKAT "
       Waktu pelaksanaan mengeluarkan zakat fitrah terbagi
        menjadi 5 kelompok :

🕘 1. Waktu wajib.

      Yaitu, ketika menemui bulan Ramadhan dan menemui sebagian 
       awalnya bulan Syawwal. 
      Oleh sebab itu orang yang meninggal setelah maghribnya 
      malam 1 Syawwal, wajib dizakati. 
      Sedangkan bayi yang lahir setelah maghribnya 
      malam 1 Syawwal tidak wajib dizakati.

🕘 2. Waktu jawaz.

       Yaitu, sejak awalnya bulan Ramadhan sampai memasuki waktu wajib.

🕘 3. Waktu Fadhilah.

       Yaitu, setelah terbit fajar dan sebelum sholat hari raya.

🕘 4. Waktu makruh.

      Yaitu, setelah sholat hari raya sampai menjelang tenggelamnya 
      matahari pada tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur 
      seperti menanti kerabat atau orang yang lebih membutuhkan, 
      maka hukumnya tidak makruh.

🕘 5. Waktu haram.

      Yaitu, setelah tenggelamnya matahari tanggal 1 Syawwal 
      kecuali jika ada udzur seperti hartanya tidak ada ditempat tersebut 
      atau menunggu orang yang berhak menerima zakat, 
      maka hukumnya tidak haram.

👉 Sedangkan dari zakat yang dikeluarkan setelah 
      tanggal 1 Syawwal adalah qodho’.

📄 Adapun cara dalam melakukan melakukan zakat fitrah adalah 
      bisa dengan membayar sebesar satu sha' (1 sha'=4 mud, 1 mud=675 gr). 
      Perhitungan tersebut jika di implementasikan dalam bentuk yang lebih 
      general lagi kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok 
      (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi 
      di daerah bersangkutan (Mazhab syafi'i dan Maliki).

👉 Sebagai contoh jika di Indonesia sebagian besar penduduknya 
      mengkonsumsi beras maka zakat bisa dibayarkan dalam bentuk beras. 

👤 8 GOLONGAN YANG DAPAT MENERIMA  ZAKAT

👤 1.FAQIR : 

     Yaitu yang tidak punya harta tidak punya pekerjaan, atau 
     punya pekerjaan atau harta akan tetapi tidak mencukupi dari kebutuhannya
     sekiranya dia cuma mencukupi KURANG dari setengah kebutuhannya.
     Contoh sebulan dia butuh 500ribu akan 
     tetapi penghasilannya kurang dari 250ribu.

👤 2.MISKIN: 

      Orang yang punya harta/pekerjaan lebih dari kebutuhan hidupnya 
      akan tetapi masih kurang dari kebutuhannya.
      sekiranya dia cuma mencukupi LEBIH dari setengah kebutuhannya.
      Contoh: sebulan dia butuh 500ribu dan pengasilanya lebih dari 
      setenggahny(500) penghasilan perbulan cuma 400ribu.

👤 3.AMIL :

      Sesoarang yang di tunjuk oleh pemerintah untuk mengambil zakat 
      dan membagikannya, maka mereka boleh menerima zakat walupun 
      mereka termasuk orang kaya, dan ini jika mereka TIDAK DIBAYAR 
      oleh pemerintah, kalau mereka di bayar maka tidak boleh menerima zakat.
      dan hanya di beri upah yang wajar untuk pekerjaannya.

👤 4.MUALLAF QULUBUHUM(ORANG2 YANG LEMAH IMANNYA) : 

      Yaitu mereka yang baru masuk islam/pemimpin yang diharapkan 
      ketika dia di kasih zakat maka pengikutnya akan ikut memeluk islam.

👤 5.MUKATAB : 

      Budak yang punya perjanjian secara tertulis dengan tuannya untuk merdeka.

👤 6.GHORIM (ORANG YANG BERHUTANG) : 

      Orang yang berhutang bukan untuk maksiat.

👤 7.ALGHUZZA (FI SABIlILLAH): 

      Orang yang berperang dan berjihad dan tidak mendapatkan bayaran 
      maka mereka boleh di beri zakat walupun mereka kaya.

👤 8.IBN SABIL: 

      Musafir yang kehabisan bekal nafakah untuk sampai ke tempat tujuannya,
      maka boleh di berikan zakat.
      walaupun mereka termasuk orang yang kaya di kampungnya.

💰 MENUNAIKAN ZAKAT FITRAH MENGGUNAKAN UANG

📄 Ada khilafiyah di kalangan fuqaha dalam masalah 
      penunaian zakat fitrah dengan uang.

👉 Pertama, 
      Pendapat yang membolehkan. 

📄 Ini adalah pendapat sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah, 
      Imam Tsauri, Imam Bukhari, dan Imam Ibnu Taimiyah. 
📙 (As-Sarakhsi, al-Mabsuth, III/107).
      Dalil mereka antara lain firman Allah SWT ,
     ”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka.” 
     (QS At-Taubah [9] : 103). 
     Menurut mereka, ayat ini menunjukkan zakat asalnya diambil dari harta (mal),
     yaitu apa yang dimiliki berupa emas dan perak (termasuk uang). 
     Jadi ayat ini membolehkan membayar zakat fitrah dalam bentuk uang. 
📙 (Rabi’ Ahmad Sayyid, Tadzkir al-Anam bi Wujub Ikhraj Zakat 
        al-Fithr Tha’am, hal. 4).
      Mereka juga berhujjah dengan sabda Nabi SAW,
      ”Cukupilah mereka (kaum fakir dan miskin) dari meminta-minta 
      pada hari seperti ini (Idul Fitri).” 
       (HR Daruquthni dan Baihaqi). 
      Menurut mereka, memberi kecukupan (ighna`) kepada fakir dan miskin 
      dalam zakat fitrah dapat terwujud dengan memberikan uang. 
📙 (Abdullah Al-Ghafili, Hukm Ikhraj al-Qimah fi Zakat al-Fithr, hal. 3).

👉 Kedua, 
      Pendapat yang tidak membolehkan 
      dan mewajibkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan pokok 
     (ghalib quut al-balad). 

📄 Ini adalah pendapat jumhur ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah. 
📙 (Al-Mudawwanah al-Kubra, I/392; Al-Majmu’, VI/112; Al-Mughni, IV/295)
       Karena ada dua pendapat yang berbeda, 
       maka kita harus bijak dalam menyikapinya. 
       Ulama sekaliber Imam Syafi’i, mujtahid yang sangat andal saja 
       berkomentar tentang pendapatnya dengan mengatakan, 
       ”Bisa jadi pendapatku benar, tapi bukan tak mungkin di dalamnya 
       mengandung kekeliruan. Bisa jadi pendapat orang lain salah, 
        tapi bukan tak mungkin di dalamnya juga mengandung kebenaran.”

📄 Dalam masalah ini, sebagai orang awam (kebanyakan), 
      kita boleh bertaqlid (mengikuti salah satu mazhab yang menjadi panutan 
      dan diterima oleh umat). 
      Allah tidak membebani kita di luar batas kemampuan yang kita miliki. 
      “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai 
       dengan kesanggupannya…”  
       (Al-Baqarah [2]: 286).

📄 Sesungguhnya masalah membayar zakat fitrah dengan uang sudah 
      menjadi perbincangan para ulama salaf, 
      bukan hanya terjadi akhir-akhir ini saja. 
      Imam Abu Hanifah, Hasan Al-Bisri, Sufyan Ats-Tsauri, 
      bahkan Umar bin Abdul Aziz sudah membincangkannya, 
      mereka termasuk orang-orang yang menyetujuinya. 
      Ulama Hadits seperti Bukhari ikut pula menyetujuinya, 
     dengan dalil danargumentasi yang logis serta dapat diterima.

📄 Menurut kami, membayar zakat fitrah dengan uang itu boleh, bahkan dalam keadaan tertentu lebih utama. 
      Bisa jadi pada saat Idul Fitri jumlah makanan (beras) yang dimiliki  para fakir miskin jumlahnya berlebihan. 
      Karena itu, mereka menjualnya untuk kepentingan yang lain. 
Dengan membayarkan menggunakan uang, 
mereka tidak perlu repot-repot menjualnya kembali  yang justru nilainya menjadi lebih rendah. Dan dengan uang itu pula, mereka dapat membelanjakannya sebagian untuk makanan, selebihnya untuk pakaian dan keperluan lainnya. 

Wallahu a’lam bish-shawab. 

Semoga bermanfaat

📙 " Kitab Taqrirat Assadidah"
📄 "Dari berbagai sumber"

Jumat, 08 Mei 2020

humor ramadhan

SALAH SAYA APA ❓


Sudah sebulan Kadir tinggal di rumah  mertuanya. Kadir tidak boleh pulang ke  Surabaya sebab ada status PSBB

Pada malam pertama bulan Ramadhan, Kadir diminta menjadi imam  Sholat Tarawih di rumah mertuanya. 
Kebetulan  bapak mertua Kadir juga seorang ustadz . 
Maka Kadir merasa agak risau, canggung dan sungkan. 

Pada rakaat pertama, Kadir membaca "Wadh Dhuhaa.  Wal laili idzaa sajaa. Maa..."

Tiba-tiba terdengar "Subhanallah !", tegur bapak mertua Kadir.

Kadir merasa heran sebab dia tidak pasti apa salah dia. Mungkin huruf 'dhod' yang dia baca tadi tidak beberapa tebal. 

Kadir pun membaca dari semula, "Wadh dhuhaa. Wal lai..."

"Subhanallah !!", tegur bapak mertua Kadir dengan suara yg agak keras 

Kadir pun jadi bingung dan keringatan sebab dia tidak tahu apa salahnya. 
Mungkin huruf 'ha' yang dia baca tadi terlalu tebal. 

Kadir pun membaca memulai dari awal, "Wadh dhuha..."

"Subhanallah !!!!", tegur bapak mertua Kadir dengan suara lebih keras lagi.

Kadir pun merasa jengkel. 
Dia pun berpaling ke belakang dan bertanya, "Apanya yang salah pak...?"

Bapak mertua Kadir menjawab, "Baca Fatihah dulu, Dir !"

Kadir oh Kadiir

🤪😩👊🏻👊🏻🤬🥶

Ramadhan Kareem !

*SELAMAT DHUHA*

Senin, 04 Mei 2020

nemu duit

Anak pinteeer

Time to LAAAAUGH !!!😂🤣😂🤣

Saya suruh anak untuk ke Warung beli Gula 1kg... tapi sudah 1 jam gak  balik2... 
Akhirnya begitu pulang saya omelin... 

Saya : Kebiasaan deh... kalo disuruh ke Warung pasti lama baliknya, maen dulu ya?!! Masa' beli Gula aja sampe 1 jam...!! 

Anak : Bukannya maen Bu... Tadi di depan Warung ada orang kehilangan uang 100 ribu... Dia cari-cari sampe 1 jam... 

Saya : Jadi kamu ikut nyariin??

Anak : Ya enggak lahhh... Saya cuma berdiri aja... 

Saya : Terus ngapain berdiri aja, bukannya bantuin nyari...!! 

Anak : *Kan uangnya saya injek.* 

☝😃🤪😆🤣